PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng)melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng terus bergerak, dan mengerahkan personel untuk memadamkannya.
Jika sebelumnya tim Dishut Kalteng berjibaku di Tumbang Nusa, kali ini tim bergerak di Desa Keruing, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Medan yang menantang, dan berbahaya memaksa proses pemadaman melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mentaya Hulu Seruyan Hilir.
Mendapatkan dukungan satu regu untuk mendukung proses pemadaman, diharapkan dapat meringankan tugas tim, dan proses pemadaman dapat lebih maksimal dilakukan. Keberadaan tim gabungan ini memiliki satu tujuan, yakni mencegah meluasnya areal yang terbakar, dan juga memadamkan lahan yang terbakar secepat mungkin.

Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, tidak henti-hentinya mengimbau semua pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terkhusus pada kondisi seperti sekarang ini. Dampak dari karhutla ini sangat berbahaya, dan merugikan kita semua.
“Saya mengharapkan kesadaran kita semua, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tidak itu saja, upaya penanganan karhutla yang sekarang ini sedang berjalan, diharapkan mendapatkan dukungan dari semua pihak,” kata Agustiar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan, Agustan Saining, mengatakan pihaknya terus mengoordinasikan seluruh jajaran UPT KPH, serta tim pemadam untuk mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah.

“Seluruh personel kami tetap siaga dan terus bergerak melakukan pemadaman serta patroli di daerah rawan kebakaran. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar, karena pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko karhutla,” ujar Agustan, Senin (3/8/26) di Palangka Raya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan, serta penanganan karhutla sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Bagaimanapun, ungkapnya, penanganan karhutla harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak. Tujuannya semata mencegah kebakaran semakin meluas, yang dapat menimbulkan kabut asap nantinya, pada akhirnya merugikan kita semua.ded-red











