-
DPRD BARITO UTARA

Bina Husada Apresiasi Tim Gabungan Sigap Padamkan Karhutla

87
×

Bina Husada Apresiasi Tim Gabungan Sigap Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Bina Husada, Anggota DPRD Barut
-

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut) Bina Husada, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Barut baru-baru ini. Bina menilai respons cepat yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya sangat krusial, terutama di tengah meningkatnya potensi karhutla akibat musim kemarau.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah bergerak cepat melakukan pemadaman di sejumlah titik. Upaya seperti ini sangat penting agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Bina kepada awak media di Muara Teweh.

Berdasarkan laporan BPBD, upaya pemadaman dilakukan di tiga lokasi strategis. Yakni di Desa Hajak Simpang Batu Bara, Kecamatan Teweh Baru; Jalan Moek Lintas Lemo-Bangdep dan Desa Trahean; serta Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Dari penanganan di tiga wilayah tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5,06 hektare. Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan, namun penanganan di Desa Trahean masih terkendala akses jalan yang sulit dan kondisi asap yang pekat sehingga pemadaman perlu dilanjutkan pada hari berikutnya.

Politisi DPRD Barut itu menilai kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kita tentu berharap seluruh titik api dapat segera ditangani. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” tegasnya.

Bina juga mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, MPA, Manggala Agni, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, informasi mengenai titik api dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.

Ia menyoroti keberadaan sarana dan prasarana pemadaman menjadi faktor kunci dalam mendukung efektivitas penanganan karhutla. Kesiapan kendaraan pemadam, pompa, selang, water supply, dan peralatan pendukung lainnya perlu terus diperhatikan dan dipastikan dalam kondisi prima.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Barut dari ancaman karhutla. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan dan laporan dini adalah bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya. old/dre-red

-
-
-