-
PEMPROV KALTENG

Karhutla Tantangan Berat Tahun 2026 Untuk Kalteng-Gubernur Hadiri Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya

141
×

Karhutla Tantangan Berat Tahun 2026 Untuk Kalteng-Gubernur Hadiri Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya di Halaman Rektorat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).FOTO ISTIMEWA 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Ritual Memohon Hujan Dewa Yadnya di Halaman Rektorat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).

Gubernur mengapresiasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yang dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan serta perlindungan bagi Kalteng dari ancaman Karhutla dan kabut asap.

Menurut Gubernur, semangat kebersamaan dalam kegiatan ini mencerminkan kepedulian masyarakat untuk kebaikan Kalteng. “Doa disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kebersamaan ini perlu terus dijaga sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur menegaskan masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla. “Perlindungan hutan dan sumber air serta pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama. Kepedulian dan sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mencegah Karhutla serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng menghadapi tantangan berat seiring datangnya puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026. Kondisi kemarau tersebut diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau bahkan awal November 2026.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Provinsi Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Kamis (3/9/2026). Rapat dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, serta para Bupati dan Wali Kota se-Kalteng.

Gubernur mengibaratkan penanganan Karhutla seperti lari maraton yang membutuhkan kesiapan, ketahanan, konsistensi, dan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman dan pengendalian api, tetapi juga harus memastikan penanganan dampak yang ditimbulkan, termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak dan menyiapkan dukungan anggaran yang memadai.

“Kita harus siap menghadapi kondisi yang panjang, bukan hanya hari ini. Dampaknya juga harus kita tangani, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dan dukungan anggaran tersedia,” tegas Gubernur.

Hadir pula mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini, antara lain unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesra Lisda Arriyana, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah. red

 

-
-
-