PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Tengah turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya.
Bantuan yang disalurkan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tahun 2026 serta bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak kondisi kemarau dan karhutla.
Kehadiran Gubernur di Kalampangan menjadi bagian dari rangkaian penyaluran bantuan di sejumlah titik. Sebelumnya, bantuan serupa telah disalurkan di wilayah Sei Gohong, Kelurahan Petuk Ketimpun, termasuk kepada mahasiswa dan pekerja outsourcing. Kelurahan Kalampangan menjadi titik keenam dalam rangkaian kegiatan tersebut. Untuk wilayah Kalampangan, tercatat sebanyak 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masuk dalam data penerima KHBS. Bantuan tunai yang diberikan sebesar Rp250 ribu untuk setiap KPM.
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan bagi sekitar 300 warga yang tidak menerima KHBS terdampak karhutla. Bantuan tersebut diberikan agar masyarakat yang belum mendapatkan bantuan melalui KHBS tetap memperoleh dukungan di tengah kondisi yang dihadapi.
Bantuan kepada masyarakat tidak berhenti pada uang tunai dan pangan. Dalam kegiatan tersebut, warga juga memperoleh vitamin, masker serta air bersih. Secara keseluruhan, penerima bantuan pangan di Kalimantan Tengah disebut mencapai sekitar 450 ribu KPM. Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi tekanan akibat kondisi kemarau dan karhutla.
“Kita ingin memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Pemerintah hadir untuk membantu kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang terdampak kemarau dan karhutla. Mari kita bersama-sama menjaga Kalteng dan membangun daerah ini agar masyarakatnya semakin sejahtera dan makmur.”
Agustiar juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong menghadapi berbagai dampak yang muncul selama musim kemarau.
Sementara itu, Lurah Kalampangan Yunita Martina mengatakan sebagian besar warga di wilayahnya bermata pencaharian sebagai petani. Kondisi kemarau membuat beban produksi meningkat karena kebutuhan penyiraman tanaman menjadi lebih sering.
“Rata-rata mata pencahariannya pertanian. Dampaknya sangat terasa sekali karena secara ekonomi mereka lebih mengeluarkan biaya untuk menyiram. Biasanya kalau musim hujan mungkin berkurang menyiram, karena ini kemarau jadi berkali-kali lipat,” ujar Yunita.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air. Petani juga harus memberikan perhatian lebih terhadap pemupukan dan pemeliharaan tanaman agar tetap bertahan selama musim kemarau. Sebagian tanaman bahkan telah terdampak kebakaran, sementara tanaman lainnya terkena paparan asap.
“Sebagian juga sudah kena kebakaran, sebagian tidak terbakar tapi kena asap, sehingga tanaman menjadi layu,” katanya.
Kondisi tersebut kemudian berdampak pula terhadap pemasaran hasil pertanian warga. Di sisi lain, Yunita menjelaskan bahwa pendataan penerima bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan program bantuan lainnya. Menurut dia, warga yang telah menerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan lainnya tidak kembali dimasukkan sebagai penerima bantuan tertentu, sehingga bantuan dapat diberikan kepada warga lain yang membutuhkan.
“Semua terdampak, tetapi tentunya di sini kita lebih memilah dan memilih karena sebagian masyarakat sudah menerima bantuan dari Kartu Prakerja, PKH dan lainnya. Yang sudah dapat bantuan tentunya pada bantuan ini kita tidak kasih, supaya yang lainnya juga kebagian dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kalampangan penerima bantuan, Martini, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Gubernur Kalteng yang secara langsung menemui masyarakat.
“Terima kasih Bapak sudah datang ke sini menemui kami di Kelurahan Kalampangan ini,” ujar Martini.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran turut didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalteng. Kehadiran jajaran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat memastikan bantuan yang disalurkan menjangkau warga yang membutuhkan di tengah kondisi kemarau dan karhutla. mak/fwa-red.











