-
Hukrim

Sinergi Cegah Karhutla, Kapolres Kapuas Ikuti Rakor Kemenhut

59
×

Sinergi Cegah Karhutla, Kapolres Kapuas Ikuti Rakor Kemenhut

Sebarkan artikel ini
RAKOR-Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengikuti rakor bersama Kemenhut. FOTO TABENGAN/ABDUL KHAIR
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menghadiri kunjungan Tim Kementerian Kehutanan ke Posko BPBD Kabupaten Kapuas di Jalan Kasturi, Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat, Selasa (22/9/2026). Pertemuan itu menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala BNPB, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Dandim 1011/KLK, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas, jajaran Forkopimda, BPBD, Manggala Agni, KPH, serta instansi terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, Tim Kementerian Kehutanan menerima pemaparan mengenai perkembangan situasi karhutla di Kapuas, mulai dari titik panas (hotspot), kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga langkah pencegahan serta pemadaman yang telah dilakukan di lapangan.

Kementerian Kehutanan menyebut penanganan karhutla dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah pusat juga terus memperkuat dukungan melalui penambahan personel, peralatan, serta bantuan kepada relawan dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menegaskan keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada operasi pemadaman, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi seluruh pihak.

“Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api ketika sudah muncul, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak terjadi. Karena itu, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, dan seluruh elemen harus terus diperkuat,” tegasnya.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama pencegahan, terutama untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang berisiko memicu kebakaran saat musim kemarau.

“Kami terus mendorong personel hadir di tengah masyarakat melalui patroli, edukasi, dan imbauan. Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari solusi, karena menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kondisi ketersediaan air bersih di Kabupaten Kapuas. Air Sungai Kapuas di sejumlah wilayah dilaporkan telah mengalami intrusi air asin hingga kawasan Sei Tatas. Kondisi itu dikhawatirkan akan semakin menyulitkan upaya pemadaman jika hujan tidak segera turun.

“Kita tidak boleh lengah. Di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas, upaya pencegahan harus lebih dikedepankan. Setiap potensi api harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkas Kapolres. hr/fwa-red

 

-
-
-