-
PEMKO PALANGKA RAYA

3 Bulan Dijaga Ketat, Belukar Areal Perkantoran Pemko Tetap Terbakar

34
×

3 Bulan Dijaga Ketat, Belukar Areal Perkantoran Pemko Tetap Terbakar

Sebarkan artikel ini
TINJAU KARHUTLA-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Jumat (23/10/2026), meninjau kawasan hutan di sekitar perkantoran Pemko Palangka Raya yang terbakar pada Kamis (22/10/2026) lalu. FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi Kota Palangka Raya. Meski kawasan hutan di sekitar perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah dijaga selama kurang lebih tiga bulan, kebakaran tetap terjadi di belakang Kantor Satpol PP, Jalan Soekarno, Kamis (22/10/2026) siang.

Kondisi lahan yang mengering akibat cuaca, keberadaan titik panas (hotspot), serta tiupan angin menjadi faktor yang meningkatkan risiko kebakaran di kawasan ini, hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

“Kita mengetahui bahwa kondisi saat ini memang mengalami kekeringan. Selama sekitar tiga bulan, kami terus melakukan penjagaan agar kawasan tersebut tidak terbakar,” ujar Fairid, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, upaya penjagaan telah dilakukan selama beberapa bulan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Namun, kondisi lahan yang semakin kering membuat potensi kebakaran sulit dihindari dan perlu terus diwaspadai.

Menurutnya, lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar. Terlebih, tiupan angin berpotensi memperbesar api sehingga kebakaran dapat meluas apabila tidak segera ditangani.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penjagaan petugas. Kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk menekan risiko kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering.

Fairid pun mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan pembakaran lahan.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan panggilan darurat 112 atau menghubungi kepolisian di nomor 110. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, terutama ketika kondisi lahan kering meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” pungkasnya. nws/fwa-red

 

-
-
-