-
PEMKAB SERUYAN

Bupati Seruyan Dorong Pengembangan Nilam di Tumbang Manjul

57
×

Bupati Seruyan Dorong Pengembangan Nilam di Tumbang Manjul

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Bupati Seruyan Ahmad Selanorwandan, saat meninjau langsung lahan LPHD dan persemaian nilam di Desa Tumbang Manjul.FOTO ISTIMEWA
-

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Seruyan mendorong pengembangan budidaya nilam melalui skema agroforestri di kawasan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu. Pengembangan ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau langsung lahan LPHD dan persemaian nilam di Desa Tumbang Manjul. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat kondisi kawasan hutan, akses jalan, serta persemaian nilam yang telah dibangun dengan kapasitas 100.000 bibit.

Budidaya nilam direncanakan menggunakan sistem agroforestri, yakni penanaman di bawah tegakan pohon agar pemanfaatan lahan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem hutan. Nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekonomi masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Ahmad Selanorwanda juga menyetujui rencana perbaikan Jalan Sahau untuk mendukung akses menuju kawasan pengembangan. Perbaikan jalan dinilai penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat serta pengangkutan bibit dan kebutuhan operasional budidaya nilam.

Bupati menegaskan, pengembangan potensi desa perlu didukung akses infrastruktur yang memadai agar kegiatan masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

“Kita ingin potensi yang ada di desa bisa dikembangkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan kawasan perhutanan sosial harus dilakukan secara produktif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, pengembangan nilam di LPHD Tumbang Manjul diharapkan menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi lahan tanpa mengabaikan fungsi hutan.

“Pengembangan ini harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Jadi, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi lingkungan tetap terjaga,” kata Ahmad Selanorwanda.

Selain meninjau lahan, Bupati juga melihat kondisi persemaian dan mendengarkan penjelasan mengenai karakteristik tanaman serta teknik budidaya nilam. Persemaian berkapasitas 100.000 bibit tersebut menjadi salah satu modal awal untuk mendukung rencana penanaman di kawasan LPHD.

Bupati berharap pengembangan nilam dapat berjalan melalui kerja sama pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kita berharap pengembangan nilam ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian hutan yang menjadi bagian penting bagi kehidupan kita,” tutupnya.zul/jsi-red

 

 

 

-
-
-