Sanksi Pidana Ancam Pelaku Pembakar Lahan

NANGA BULIK/tabengan.com – Penjabat (Pj) Bupati Lamandau HM. Katma F. Dirun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu dikatakan saat menyampaikan sambutan pada upacara HUT ke-16 Kabupaten Lamandau, beberapa waktu lalu.

“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini telah masuk musim kemarau. Jadi saya mengimbau kepada semua warga agar tidak membakar lahan,” katanya.

Dirinya menambahkan, larangan membakar hutan dan lahan sudah sangat jelas diatur. Barang siapa yang melanggarnya dapat dikenakan pidana penjara.

“Apapun alasannya, membuka lahan dengan cara dibakat tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Katma juga menegaskan larangan membakar lahan tidak hanya berlaku bagi masyarakat biasa namun juga berlaku bagi pihak dunia usaha.

Karenanya, dia mengajak semua elemen turut terlibat dan berpartisipasi secara bersama melakukan penanggulangan Karhutla.

“Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan hanya satu pihak. Akan teyapi harus melibatkan semua elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan juga masyarakat,” bebernya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Tiryan Kuderon bahwa pada tanggal 6 Agustus lalu, setidaknya ada 2 titik api (Hot Spot) yang terpantau satelit Terra, yakni di wilayah Kecamatan Bulik Timur dan Kecamatan Batang Kawa.

“Kita sudah menindaklanjutinya dengan menurunkan tim ke lapangan. Hasilnya, untuk Hot spot di Kecamatan Batang Kawa, tepatnya di Desa Batu Tambun, apinya sudah padam. Dan terdapat lahan terbakar seluas kurang lebih 0,5 Ha,” jelasnya.

Sementara, untuk hot spot yang semula terpantau ada di Desa Merambang, Kecamatan Bulik Timur, ternyata tidak ditemukan api. Artinya, Hot spot dimaksud nihil.

“Selanjutnya, tim melakukan patroli ke Desa Batu Tunggal, Kecamatan Bulik Timur telah terjadi kebakaran lahan pada pukul 13.00 WIB. Tim Patroli Terpadu (BPBD, TRC, TNI/Polri) langsung melakukan pemadaman api dan melokalisir area,” tukasnya.c-kar