PALANGKA RAYA – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng yang juga Wakil Ketua Pimpinan Utama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, Wuryanto, menjelaskan kenaikan harga daging ayam di pasar tidak berkaitan dengan peluncuran daging ayam beku oleh TPID. Kenaikan harga daging ayam di pasar merupakan hal biasa menjelang akhir tahun. “Harga daging ayam sekarang memang sedang naik. Bukan karena diluncurkannya daging beku, tetapi karena memang ketika akhir tahun selalu terjadi kenaikan harga,” kata Wuryanto kepada Tabengan, Kamis (6/12).
Hal itu diungkapkan Wuryanto terkait dengan kenaikan harga daging ayam di pasar pasca peluncuran daging ayam beku pada Selasa (4/12). Saat daging ayam beku diluncurkan, harga daging ayam segar di pasar masih berkisar di Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per Kg. Namun pada sore hari, harga ayam langsung naik menjadi Rp38 ribu/Kg.
Menurut Wuryanto, kehadiran daging ayam beku memberikan pilihan bagi masyarakat, salah satunya daging ayam segar beku yang higienis namun harganya murah jika dibandingkan dengan harga di pasar. Harga daging ayam beku dijual melalui Bulog dan RPK senilai Rp34 ribu/Kg. “Daging ayam segar beku ini memiliki kualitas yang bagus. Selain segar juga higienis dan dijual dengan harga yang sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi),” katanya.
Kehadiran daging ayam beku, lanjut Wur, dimaksudkan mengatasi fluktuasi harga komoditas daging ayam ras yang kerap kali menjadi salah satu penyumbang inflasi bagi Kalteng. Jika saat ini harga daging ayam ras sedang mengalami kenaikan, hal tersebut memang dikarenakan oleh siklus setiap tahun. Ketika mendekati hari- hari besar keagamaan, harga komoditas tersebut selalu melambung.
Ajak Makan Daging Beku
Wuryanto juga mengajak warga Kalteng untuk mengonsumsi daging ayam beku. Ia menyebut daging ayam beku memiliki kualitas bagus. “Daging ayam segar beku ini dipasok oleh peternak lokal dengan memperhatikan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal),” ujarnya. Daging tersebut kini sudah didistribusikan melalui jaringan Rumah Pangan Kita yang dikelola Bulog Divre Kalteng.
“Adapun peran Bank Indonesia adalah sebagai inisiator program tersebut sekaligus memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia 10 buah freezer sebagai pilot project pemasaran di 10 jaringan RPK di kota Palangka Raya,” imbuhnya. Daging ayam beku dijual dengan harga maksimal Rp34 ribu/kg, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi Daging Ayam sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No.96/2018.
Ke depan, program serupa akan direplika implementasinya di kota-kota lain di Kalimantan Tengah terutama di Kota Sampit sebagai kota sampel inflasi Kalimantan Tengah. “Selain itu dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, daging ayam segar beku juga dapat diakses pada kegiatan Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Pemprov Kalteng,” tandasnya. m-ybs






