SAMPIT/tabengan.co.id – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan serangan buaya, Sabtu (2/2). Pihak BKSDA juga menemui korban di rumah sakit dan memberikan bantuan biaya pengobatan.
Diketahui, Julhaidir (41), warga Dusun Seranggas RT 09, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (1/2) sekitar pukul 18.30 WIB, disambar buaya. Saat itu korban sedang mandi di Sungai Seranggas dan buaya menggigit tangan kirinya hingga putus.
Muriansyah, Komandan BKSDA Pos Sampit, mengatakan pihaknya sudah memasang perangkap buaya di Sungai Seranggas, setelah sampai di lokasi kejadian.
“Kami memasang 1 unit perangkap buaya dan 1 alat pancing dengan umpan bebek,” jelasnya, Minggu (3/2).
Pihaknya, jelas Muriansyah, juga berkoordinasi dengan Polair Polda Kalteng, Polsek Samuda, staf Kecamatan Teluk Sampit dan staf Desa Lempuyang. Dalam peninjauan lokasi tersebut mereka mengimbau warga sekitar lokasi untuk berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai.
“Kepala SKW II BKSDA Kalteng juga sudah membesuk korban dan memberikan bantuan biaya pengobatan,” tambah Muriansyah.
Sedangkan terkait dengan jenis buaya yang menyerang korban, Muriansyah mengatakan diperkirakan jenis buaya muara. Wilayah Sungai Seranggas merupakan anak Sungai Mentaya.
Sementara itu, Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Kalteng, Kombes Pol Badarudin menceritakan peristiwa tersebut bermula saat korban mandi di pinggir Sungai Seranggas dengan posisi masih di atas tanah. Saat mengambil air menggunakan gayung ke dalam air sungai, tiba-tiba langsung sambar buaya bagian tangan sebelah kiri dan diseret ke dalam sungai sampai korban tenggelam.
Karena kerasnya gigitan buaya tersebut membuat tangan korban terputus dari jari sampai siku. “Setelah tangan korban terputus, korban terlepas dari gigitan buaya dan berusaha ke permukaan air sungai dan meminta pertolongan warga,” jelas Dirpolair.
Kemudian warga setempat menolong korban, dan membawanya ke RS Pratama Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, untuk mendapatkan perawatan medis pertama. Setelah itu langsung dirujuk ke RSUD dr. Murjani Sampit, malam itu juga. Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. c-arb











