Ekobis

Jelang Ramadan, Belum Ada Indikasi Kenaikan Harga

24
×

Jelang Ramadan, Belum Ada Indikasi Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadan, Belum Ada Indikasi Kenaikan Harga
TABENGAN/DANIEL PEDAGANG - Salah seorang pedagang sembako di pasar Kahayan sedang menjaga lapaknya, Rabu (30/3/2022).

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Pelaku usaha sembako di Pasar Kahayan mengaku menjelang Ramadan tahun ini, belum ada indikasi kenaikan harga sembako, Rabu (30/3/2022).
Kendati demikian, disebutkan bahwa harga minyak masih cukup tinggi kisaran Rp24.000 untuk kemasan 1 liter dan kisaran Rp38.000 untuk kemasan 2 liter merek MM, serta Rp45.000 untuk merek Fitri kemasan 2 liter.
Sedangkan untuk beras, disebutkan bahwa kemasan 20 kilo di harga Rp227.000, sementara itu gula pasir Rp14.000 pe kilo.
“Biasa-biasa ja, kadada kenaikan supplier dari Banjar ja, Kalau ambil dari Surabaya, kada mampu,” ungkap Saidah, pelaku usaha sembako Toko Sabar Mananti di Pasar Kahayan saat dibincangi Tabengan.
Sedangkan menurut pelaku usaha lain, Ibu Rahmat dari Toko Haji Sidik, mengatakan kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis bahan pokok (Bapok).
Hanya beras pangkoh justru mengalami penurunan harga. Sedangkan beras Jawa, mengalami kenaikan kisaran Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilo.
Untuk minyak, harganya masih cukup tinggi, berkisar dari harga Rp220 ribu hingga Rp290 ribu, jualnya per dus.
“Minyak naik pas kebijakan pemerintah kadada lagi subsidi, kadada kendala dalam ketersediaan. Bimoli itu biasa sampai 300 dus nyetok. Soalnya rami orang membawa ke hulu, 1 orang bisa sampe 20-30 bungkus menukarnya,” ucapnya dalam logat Banjar.dsn