Lalu Ketua RT 5 RW XIII di Jalan Ir Sukarno, Tenung Wati, yang juga ketua Posyandu Balita Melati berharap agar DPRD bisa memfasilitasi perbantuan terhadap posyandu-posyandu yang ada di wilayah setempat.
Di Posyandu Balita Melati, diakuinya kini sangat membutuhkan adanya bantuan berupa alat timbangan dan pengukur tinggi badan yang akurat.
“Selama ini kami hanya memakai timbangan dacing biasa dan meteran kain untuk melayani puluhan balita di wilayah kami. Semoga para wakil rakyat bisa memperhatikan ini,” tuturnya.
Sementara, pimpinan rombongan Dapil II, Dudie B Sidau menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengakomodir aspirasi masyarakat Kelurahan Menteng yang masuk melalui kegiatan reses.
“Semua akan kami catat, dan pihak DPRD akan merancang seluruh usulan tersebut hingga nantinya akan disampaikan kepada Pemko selaku eksekutor melalui rapat paripurna. Kami selaku lembaga legislatif akan mengedepankan trifungsi penganggaran, legislasi dan pengawasan untuk usulan masyarakat ini,” jelasnya.
Kemudian Vina Panduwinata, anggota Komisi A DPRD dari Dapil II turut menanggapi terkait pengelolaan sampah yang dikeluhkan masyarakat.
Ia mendorong agar pihak kelurahan bisa segera berkomunikasi bersama pengelola Bank Sampah dan dinas teknisnya, agar dapat dengan jelas mengetahui pemanfataan retribusi bulanan dari masyarakat yang membuang sampah di sana seperti apa.
“Terlebih dengan adanya Perda Nomor 1/2017 tentang Pengelolaan Sampah, sudah bisa mengakomodir kebutuhan pemerintah dan masyarakat bagaimana mengelola sampah dengan baik. Kalau soal penarikan retribusi, saya kira jangan sampai susahkan kita yang mau membantu menciptakan lingkungan bersih,” pungkasnya.rgb











