PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan Taman Nasional Tanjung Puting , Kabupaten Kotawaringin Barat, hingga saat ini terus meluas, dan berdasarkan data hasil pantauan dari satelit citra, luasan hutan yang terbakar mencapai 52.325,73 hektare. Selain Taman Nasional Tanjung Puting, kebakaran pun telah menghanguskan 2.798,33 hektare lahan. Kejadian ini menyebabkan Kobar Barat saat ini dikepung Kabut asap.
Menyikapi kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting, orang nomor satu di Bumi Marunting Batu Aji, Hj Nurhidayah, dengan tegas menyampaikan bahwa kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi prioritas utama penanganan, dan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat ada tiga wilayah sebagai penyumbang asap terbesar di wilayah Kobar, wilayah tersebut meliputi Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama hingga saat ini api meluas mulai km 8 sampai Km 29. Kemudian wilayah Tanjung Putri dan Taman Nasional Tanjung Puting.
“Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Barat terus meluas, hal ini berdampak buruknya udara diwilayah Kobar akibat kabut asap, bencana menjadi perhatian serius, dimana kebakaran ini akibat kemarau panjang karena adanya perubahan El Nino, bahkan BMKG memprediksi untuk wilayah Kobar akan diguyur hujan pada akhir bulan November, dan ada kemungkinan kemarau ini akan berlanjut hingga tahun 2027,” ujar Bupati Kobar Hj Nurhidayah, usai meninjau lokasi Karhutla di Jalan Penghubung Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.
Bupati menyampaikan, meluasnya kejadian kebakaran di wilayah Kobar, dan minimnya sarana prasarana maupun personil, untuk itu diharapkan pemerintah pusat segera menurunkan bantuan, Namun demikian lanjut Bupati, ditengah keterbatasan semua tim telah dikerahkan dan terbagi di beberapa wilayah, termasuk juga sarana prasarana yang ada pun dikerahkan dalam penanganan karhutla di wilayah Kobar.
“Kobar saat ini dikepung kabut asap, yang berdampak bukan saja mengganggu kesehatan masyarakat, juga berdampak pada aktivitas masyarakat, sekolahnya pun harus kita menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh, akibat kabut asap sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pun hampir 2 bulan ini terganggu, semuanya karena minimnya Visibility, ” ujar Bupati Kobar.
Bupati juga menyikapi kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting, perlu penanganan serius, luasan hutan yang terbakar, maka pemadaman tidak cukup dari darat saja, harus dibantu melalui Water Bombing. Saat ini untuk membantu tim relawan di Taman Nasional Tanjung Puting, telah bergabung tim darat.
“Kejadian kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting jangan saling menyalahkan, bunda juga mengharapkan tim relawan yang ada di zona hutan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting jangan patah semangat, karena kami telah melakukan rapat dengan Balai TNTP, tim darat untuk pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting mulai merapat, dan kami minta pemerintah pusat untuk hadir, kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah khususnya Kobar jangan dianggap sepele, tolong kami segera turunkan bantuan,” tegas Bupati.
Berdasarkan data dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting yang disampaikan pada rapat koordinasi perihal penanggulangan bencana kebakaran di Kobar, Balai Taman Nasional Tanjung Puting menyebutkan luas hutan Taman Nasional Tanjung Puting yang terbakar mencapai 52.325,73 hektare, dimana luasan terbesar terjadi di resor Teluk Pulai dan Sungai Cabang mencapai 76,6 persen.
Hutan Taman Nasional Tanjung Puting yang terbakar dan masuk Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat seluas 32 878,98 hei yang mencakup resor Teluk Pulai, Sungai Cabang dan Pesalat
Sementara yang masuk wilayah Kabupaten Seruyan, luasan yang terbakar mencapai 19.447,19 hektare yang mencakup Sungai Perlu, Tanjung Rengas dan Baung.
Untuk hutan Taman Nasional Tanjung Puting terbagi dalam 7 resor yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan.
Adapun luasan yang terbakar dari 7 resor tersebut yakni resor Teluk Pulai seluas 27.562,87 hektare, Sungai Cabang seluas 12.527,56 hektare, Sungai Perlu seluas 5.942,48 hektare, Tanjung Rengas seluas 3.207,49 hektare, Pembuang Hulu 2.931,92 hektare, Pesalat seluas 712,01 hektare dan resor Baung seluas 341,40 hektare. (yulia /jsi-red)











