PANGKALAN BUN/tabengan.co.id – Setelah 3 jam menghilang terbawa arus, akhirnya tim gabungan bersama masyarakat, berhasil menemukan Didit (13) dan Rafa (12) dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kedua bocah yang tinggal di Kelurahan Baru itu dikabarkan tenggelam setelah berenang tepatnya di RT 18 Kelurahan Baru, Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.
Adapun identitas kedua korban yang tak tertolong ini, yaitu Didit Adiadwan (13), warga Jalan Ratu Mangku RT 13 dan Raffa Osa Tri Putra (12), warga Jalan Ahmad Yani RT 25 Kelurahan Baru. Sementara 1 korban lainnya, Firdaus (13) dinyatakan selamat dan menjadi saksi atas peristiwa yang memilukan itu.
Kasat Polairud Polres Kobar AKP Rony Paslah membenarkan adanya peristiwa terseretnya dua murid SDN Raja 6 tersebut.
“Warga setempat mengetahui adanya peristiwa itu karena satu orang teman dari kedua korban yang bernama Firdaus, berteriak histeris minta tolong, begitu mengetahui kedua temannya itu terbawa arus dan tenggelam,” terang Rony.
Rony menceritakan kronologis peristiwa ini, bermula saat Didit, Raffa dan Firdaus memutuskan untuk jalan-jalan ke lokasi kejadian. Sesampainya di lanting, Raffa mengajak Didit dan Firdaus untuk mandi di sungai, namun Firdaus menolak karena tidak bisa berenang dan hanya melihat dari atas perahu.
Sesaat setelah Didit dan Raffa menceburkan diri ke dalam sungai, Firdaus mendengar teriakan minta tolong. Ia pun melihat kedunya terbawa arus dan langsung bergegas minta pertolongan warga sekitar.
Kemudian tidak berapa lama, lanjutnya, Firdaus mendengar teriakan minta tolong dan melihat kedua korban sudah terbawa arus. Selanjutnya dia langsung mencari pertolongan orang di sekitar TKP.
Mendapati laporan itu, petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, PMI, Satpolairud Polres Kobar, Kodim dan dibantu masyarakat sekitar melakukan upaya pencarian.
“Setelah di lakukan pencarian, Didit dan Raffa akhirnya ditemukan 3 jam berselang sekitar pukul 12.50 WIB, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Pada saat ditemukan oleh penyelam tradisional, Didit dan Raffa saling berpegangan erat,” ujar Roni.
Menurutnya, upaya pencarian terhadap 2 orang korban tenggelam tersebut, dilakukan oleh tim gabungan dengan metode pancing rawai dan penyelaman yang dilakukan oleh penyelam tradisional.
Setelah ditemukan, kedua jenazah langsung dievakuasi ke atas kelotok untuk dibawa ke lanting terdekat. Pihak keluarga memutuskan membawa jenazah keduanya ke rumah duka untuk dikebumikan.
“Berdasarkan permintaan pihak orang tua korban, terhadap jenazah langsung dibawa ke rumah duka masing masing dan tidak bersedia untuk dilakukan tindakan visum, karena sudah mengiklaskan kejadian tersebut adalah murni musibah yang menimpa keluarga mereka,” beber Rony. c-uli
Berenang di DAS Arut, 2 Bocah Tewas Tenggelam











