Hendri mengaku, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa kemitraan. Di antaranya melalui Borneo Nature Foundation (BNF), terkait koridor satwa liar bekantan. Kemudian melalui BKSDA tahun ini akan mencanangkan Desa Ramah Wisata di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan tengah, serta akan membangun kerja sama terkait Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Danau Bagantung yang ada di Desa Tanjung Taruna.
”Mengingat kawasan Danau Bagantung tersebut adalah ekosistem lahan basah yang memiliki keunikan dan fungsi penting dari habitat dengan populasi species burung dan ikan yang tinggi, ” ungkap Hendri.
Sebagai upaya menyelaraskan visi misi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau 2018-2023. Yakni untuk peningkatan kualitas sumber daya alam (SDA) dan lingkungan berkelanjutan, pihaknya menyelaraskannya dengan membangun integrasi serta kerja sama. Baik melalui Kementerian LHK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, NGO, pihak perusahaan dan lainnya.
”Karena fungsi tugas DLH memerlukan integrasi dalam mewujudkan berbagai program ekosistem esensial, perhutanan sosial, serta menjaga lingkungan melalui penanaman kembali dan restorasi gambut,” pungkasnya. c-mye











