SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan jika program Keluarga Berencana atau KB di wilayah ini termasuk untuk penyediaan layanan kontrasepsi dan integrasi konsep pelayanan yang berbasis komunitas telah berhasil menurunkan angka kelahiran, angka kematian ibu dan berkontribusi pada peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi.
Dimana menurutnya program ini dapat berjalan dengan baik melalui program Bangga Kencana yang dulunya program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Untuk itu terus meningkatkan komitmen masyarakat terutama pasangan usia subur dalam ber KB juga diperlukan pula adanya dukungan dari berbagai pihak terkait, stakeholder, provider medis dan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas,” ujarnya saat menghadiri acara program KB , Kesehatan di wilayah Kodim 1015 Sampit tahun 2023 di Makodim 1015 Sampit Selasa (23/5/2023).
Untuk itu lanjutnya, sangat penting untuk terus menjalin kerjasama dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan program Bangga Kencana. Dimana dalam pelaksanaan program Bangga Kencana kegiatan yang utama tentu terkait upaya pengendalian penduduk melalui ketersediaan pelayanan dan alat kontrasepsi yang dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Apalagi saat ini, katanya, masih ada beberapa tantangan dalam pelayanan KB di wilayah Kotim. Diantaranya keterbatasan akses terhadap layanan di fasilitas kesehatan ,kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Semoga ini juga menjadi perhatian perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dan kita semua,” harapnya.
Dirinya juga berharap kepada semua instansi terkait yang terlibat di dalam program Bangga Kencana ini agar dapat terlibat langsung bersinergi. Sehingga nantinya masyarakat lebih bijak dalam memilih kontrasepsi MKJP yang akan mereka gunakan.
Sementara itu Kepala DPPPAPPKB Kotim Imam Subekti mengatakan pada kegiatan tersebut terdata ada sebanyak 162 warga yang mengikuti pemasangan implant dan IUD .
“Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, bahkan ada juga yang semula menggunakan alat kontrasepsi lain seperti suntik beralih menggunakan ke MKJP, “tuturnya.
Pelayanan KB, lanjutnya yang disediakan pihaknya saat itu diberikan secara gratis. Bahkan pihaknya juga memberikan bonus bagi warga yang sudah mengikuti program MKJP.
Menurutnya dari tahun ke tahun peserta yang mengikuti MKJP terus meningkat. Hal dikarenakan pihaknya aktif terus memberikan informasi yang benar terkait pemasangan implan maupun IUD.(MS)











