PEMKAB KOTIM

Kelurahan Ketapang Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Nasional

25
×

Kelurahan Ketapang Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Nasional

Sebarkan artikel ini
LOMBA-Bupati Kotim Halikinnor ketika menghadiri penilaian dan verifikasi lapangan lomba desa/kelurahan oleh tim penilai beberapa waktu lalu. (MAYA SELVIANI)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim )berhasil masuk dalam tiga lomba Kelurahan tingkat nasional regional 3. Berdasarkan pengumuman dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa disampaikan jika Kelurahan Ketapang menjadi calon juara lomba desa dan kelurahan tingkat regional tahun 2023.

Terkait hal tersebut Bupati Kotim Halikinnor mengapresiasi tim dari Kelurahan Ketapang, dan juga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kotim, yang telah berjuang agar Kelurahan tersebut masuk dalam tiga besar.

“Saya berharap Kelurahan Ketapang dapat menjadi juara pertama untuk lomba Kelurahan tingkat nasional tahun 2023 ini. Kalau Kotim berhasil menang maka mengalahkan Kelurahan di Provinsi Kalimantan Timur dan juga Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya, Minggu (6/8/2023).

Untuk itu Halikinnor berharap, tim dari Kelurahan Ketapang nantinya dapat menyiapkan diri kembali untuk penilaian tahap selanjutnya. Untuk memilih posisi juara pertama kedua dan ketiga. Namun besar harapannya agar Kelurahan Ketapang dapat keluar sebagai juara lomba Kelurahan tingkat nasional regional 3 tahun 2023. Dilanjutkannya Kelurahan Ketapang memiliki keunggulan-keunggulan dari Kelurahan lain yang ada, salah satunya, yaitu Kelurahan Ketapang ini mempunyai inovasi dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kemudian dikaitkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dimana masyarakat disarankan membeli produk UMKM Kelurahan pada saat diberikan pelayanan karena pelayanan yang diberikan semua gratis dan swadaya masyarakat dalam pembangunan dan kemasyarakatan di Kelurahan.

Terutama terkait penanganan sampah yaitu dengan membentuk tim penanganan sampah swadaya dan adanya sanksi hukum adat bagi pembuang sampah sembarangan. Selain hal tersebut di Kelurahan ini juga terdapat potensi pertanian hortikultura yang sangat besar.

“Untuk keunggulan-keunggulan tersebut dapat digali oleh tim penilai sehingga dapat memberdayakan dengan kelurahan-kelurahan lain yang juga mengikuti lomba kelurahan tingkat regional,” terangnya. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *