KESEHATAN

Waspada, Kasus DBD Meningkat

15
×

Waspada, Kasus DBD Meningkat

Sebarkan artikel ini
Waspada, Kasus DBD Meningkat
ILUSTRASI NYAMUK DBD

KASONGAN/TABENGAN.CO.ID Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan meningkat drastis. Bahkan telah memakan korban jiwa, salah satu warga meninggal dunia diduga terserang DBD.

“Jumlah penderita DBD di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, khususnya di Tumbang Samba, meningkat pesat, baik jumlah yang dirawat inap maupun rawat jalan. Namun, untuk menetapkan status KLB ini verifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan,” kata Kepala Rumah Sakit Pratama Tumbang Samba, Dokter Adi kepada Tabengan, via telepon seluler, Senin (13/11).

Menurut Dokter Adi, dari data yang ada kasus penderita DBD di RS Pratama Tumbang Samba sejak September hingga pertengahan November 2023, berjumlah 5 kasus. Kemudian Oktober 63 kasus. Sedangkan November 11 kasus, sehingga totalnya sebanyak 79 kasus.

Dikatakan, dari kasus DBD ini ada warga yang meninggal, seorang anak perempuan berusia 9 tahun, namun tidak sempat dicek darah korban, lantaran meninggal dalam perjalanan menuju RS Pratama dari rumahnya.  Mengarah ke gejala DBD karena dari pengakuan pihak keluarga bahwa korban sudah menderita demam selama 5 hari.

Menurut Dokter Adi, penyebab meningkatnya DBD di wilayahnya saat ini dikarenakan sebelumnya kemarau dan kini memasuki cuaca hujan, sehingga nyamuk jenis Aedes aegypti yang suka berada di kolong-kolong tempat gelap menggigit, terutama anak-anak.

“Pencegahan di lapangan sudah dilakukan oleh pihak-pihak Puskesmas yang berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan dengan melakukan fogging massal satu kali. Kemudian dari camat sudah memerintahkan aparat desa dan warga untuk bergotong royong membersihkan genangan-genangan air di selokan  atau sampah-sampah yang bisa memicu berkembangnya nyamuk Aedes ini,” ungkap Dokter Adi.

Sementara itu, Kepala Bidang KP2P Dinas Kesehatan Katingan Novi didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Katingan Lismawaty mengatakan, kasus DBD di Katingan secara keseluruhan ada peningkatan sejak September. Yakni di Kecamatan Katingan Hilir dan Kecamatan Katingan Tengah, dua kecamatan padat penduduk.

“Kami dari Dinas Kesehatan sudah mengamati hal tersebut dengan melaporkannya ke pimpinan, yakni Penjabat (Pj) Bupati Katingan serta melakukan penanganan, pencegahan dan pengendalian seperti pemberantasan sarang nyamuk, fogging fokus dan fogging massal. Sedangkan terkait dengan adanya warga yang meninggal dunia diduga karena DBD ini tentunya harus didukung dengan hasil pemeriksaan lab apabila dari diagnosa dokter DBD, maka dalam laporannya akan masuk ke Dinas Kesehatan, namun hingga saat ini belum ada laporan dari RS Pratama Tumbang Samba,” katanya.

Dikatakan Novi, untuk menetapkan kasus tersebut menjadi KLB atau tidak KLB, ada beberapa kriteria dan saat ini belum masuk dalam kriteria KLB. Dinas Kesehatan saat ini lebih fokus dalam menangani. Surat Edaran Pj Bupati sudah disampaikan ke RS maupun Puskesmas serta kecamatan dan Surat Edaran tersebut ditembuskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah terkait masalah DBD di Kabupaten Katingan.

Peningkatan kasus DBD juga terjadi di Kabupaten Lamandau. Tercatat 34 kasus DBD terjadi selama Agustus hingga Oktober. Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibanding bulan-bulan sebelumnya atau bahkan tahun lalu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau juga sudah melakukan 2 kali fogging di daerah yang menjadi lokasi adanya kasus DBD, yakni Desa Kujan, Kecamatan Bulik.

“Saat ini kita sedang dalam masa peralihan, dari musim kemarau ke musim penghujan. Sebab itu, ada beberapa penyakit yang berpotensi meningkat, utamanya DBD,” kata Sekda Lamandau M Irwansyah, usai menghadiri acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-59 di Aula Bappedalitbang, Senin (13/11).

Dia mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, misalnya selokan dan tempat-tempat yang menjadi lokasi genangan air. c-sus/c-kar