PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Berdasarkan hasil sementara perolehan suara hasil Pemilu 2024 di Kalimantan Tengah (Kalteng), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih terseok-seok, sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimis bisa menambah kursi di parlemen.
PPP merupakan partai Islam yang telah eksis sejak lama, kini agak kesulitan bicara banyak di dunia politik Indonesia, khususnya di Bumi Tambun Bungai. Meski terhitung sebagai partai Islam, suara PPP tak lagi sebesar yang diharapkan dan bahkan cenderung tergerus oleh zamannya.
Menurut data yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Juni 2021, penduduk Kalteng yang beragama Islam mencapai angka sebesar 74,13 persen dari total penduduk 2,64 juta jiwa atau sebesar 1,96 juta jiwa.
Namun, partai Islam seperti PPP yang memiliki lambang Ka’bah di logonya, nyatanya tak memiliki daya tarik yang cukup di mata pemilih.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalteng H Rejikinoor mengakui, partainya kesulitan meraih suara di provinsi tersebut. Meski memiliki tokoh SDM yang sama dengan partai lain, PPP kalah dalam strategi politik, sehingga sulit untuk meraih kursi DPRD Provinsi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 ini.
Tak hanya itu, kader dari PPP juga dinilai kurang mampu meyakinkan para pemilih untuk memilih partainya. Meskipun sudah terhitung cukup lama berkecimpung dalam politik, PPP tetap kesulitan bersaing dengan partai-partai lain yang lebih diminati dan memiliki basis pendukung yang lebih kuat.
“Selera masyarakat juga menjadi faktor penting dalam hal meraih suara, kemungkinan kader PPP kurang menyentuh hati masyarakat sehingga kami sulit untuk bersanding dengan partai besar,” kata Rejikinoor saat berbincang dengan Tabengan, Selasa (27/2).
Sementara itu, data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam real count hingga saat ini baru mencapai 72 persen per tanggal 27 Februari 2024, raihan suara PPP 14.697 (2.24 persen).
Meski begitu, mantan Wakil Bupati Murung Raya (Mura) tersebut masih optimis PPP bisa meraih 1 kursi di DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis).
“Meski Dapil lain kami tidak bisa berbicara banyak, namun melalui Dapil 5 Insya Allah PPP di Pileg untuk provinsi dapat meraih 1 kursi,” ucapnya.
Meski demikian, PPP untuk Kabupaten Mura meraih hasil positif dengan mempertahankan 3 kursi di DPRD Kabupaten itu.
“Untuk DPRD Mura berdasarkan C1 yang kami pegang kita tetap mempertahankan tiga kursi,” pungkasnya.
Sementara, PKB di Kota Palangka Raya berhasil meraih hasil yang memuaskan pada Pileg 2024 ini dengan mendapatkan 3 kursi berdasarkan hasil C1 dan bisa membentuk Fraksi murni di DPRD Kota.
Menurut Ketua DPC PKB Kota Palangka Raya Sugianor, hasil ini cukup memuaskan. Pada Pileg tahun 2019, PKB hanya memenangkan 2 kursi sementara pada Pileg 2024, PKB berhasil memenangkan 3 kursi.
“Tahun 2019 PKB telah ada 2 kursi, kami berharap dapat mendapatkan 1 kursi, sehingga akan memperoleh satu fraksi,” kata Sugianor kepada Tabengan, Selasa (27/2).
Ia menambahkan, perolehan 3 kursi tersebut tidak lepas dari C1 yang dipegang pihaknya, di mana setiap Daerah Pemilihan (Dapil) caleg PKB mewakili 1 kursi.
Meskipun proses penghitungan tingkat kecamatan masih berlangsung, Sugianor yakin hasil tersebut tidak akan berubah dan optimis bahwa PKB mendapatkan satu fraksi dengan perolehan 3 kursi di DPRD Kota Palangka Raya.
Sebagai Ketua DPC PKB Kota Palangka Raya, Sugianor merasa bangga dengan hasil yang dicapai partainya. Menurutnya, kemenangan yang diraih oleh PKB ini sangat membanggakan.
“Dengan naik 50 persen dari keterwakilan 2 menjadi 3 kursi, hasil ini menunjukkan bahwa PKB berhasil meraih kemenangan yang signifikan pada Pemilihan Legislatif tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. jef











