PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Hj Nunu Andriani, Kamis (29/2), mengatakan, terkait isu kenaikan harga beras yang terjadi secara nasional masih tidak terdampak di wilayah Kabupaten Pulpis. Pasalnya, wilayah Kabupaten Pulpis merupakan wilayah Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate untuk tanaman padi.
“Dari luasan Kabupaten Pulpis, kita menghasilkan produk beras dan gabah giling kering, dari satu hektar kita menghasilkan lima sampai enam ton,” beber Hj Nunu, disela menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2024 di Kecamatan Pandih Batu.
Apa lagi, kata Hj Nunu, di Kecamatan Pandih Batu untuk penanaman padi dilakukan dua kali dalam satu tahun.
“Insya Allah untuk ketersedian beras di Kabupaten Pulang Pisau cukup untuk kebutuhan masyarakat, dan bahkan surplus beras ini bisa kita pasarkan untuk Kabupaten atau Provinsi lain yang ada di Indonesia,” bebernya.
Lebih lanjut, menjelang bulan suci Ramadan di Tahun 2024 ini kata Hj Nunu, akan kembali dilaksanakan pasar penyeimbang untuk membantu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat dalam menjelang bulan suci Ramadan.
“Untuk pasar penyeimbang ini akan secara bergantian di delapan kecamatan, dan kita laksanakan atau dimulai pada tanggal 2 Maret 2024 sebelum Ramadan. Pasar penyeimbang ini tiada lain adalah upaya kita untuk membantu dan mensubsidi bahan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan,” pungkasnya. c-mye











