-
Spirit Kalteng

Panas Ekstrem, Kaki Jemaah Haji Kotim Melepuh

17
×

Panas Ekstrem, Kaki Jemaah Haji Kotim Melepuh

Sebarkan artikel ini
PANAS EKSTREM-Aktivitas tim kesehatan membantu jemaah Kotim yang pingsan karena mengalami kepanasan dan kram, beberapa waktu lalu.
-

 

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Cuaca panas ekstrem tengah melanda Arab Saudi pada musim haji tahun ini. Sejumlah jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terdampak dari cuaca panas ekstrem yang terjadi tersebut.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kotim Khairil Anwar menginformasikan, aktivitas ibadah  jemaah haji asal Kotim sedikit terganggu karena dampak dari kondisi cuaca yang mencapai 48 derajat tersebut.

JEMAAH HAJI-Kepala Kemenag Kotim Khairil Anwar saat selesai menunaikan jamarat terakhir bersama salah satu jemaah tertua Kalteng, nenek Sanimah asal Kotim, baru-baru ini.ISTIMEWA

“Ada yang mengalami pingsan dan kram kaki, dan juga hampir rata-rata terserang batuk dan juga hingga kaki melepuh.  Termasuk saya juga mengalami kaki melepuh karena kondisi di sini yang panas,” ujarnya kepada Tabengan, Kamis (20/6).

Meski demikian, menurutnya, jemaah haji asal Kotim yang mengalami hal tersebut jumlahnya tidak banyak. Dan hal tersebut juga ditangani dengan baik dan sigap oleh tim kesehatan yang selalu standby memantau kesehatan jemaah haji.

Selain itu, mengatasi kondisi tersebut, tim kesehatan selalu membagikan 1 botol air dan oralit untuk setiap jemaah haji, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Pihaknya juga mengeluarkan aturan bagi jemaah haji yang hendak keluar melakukan aktivitas harus didampingi tim kesehatan.

“Jadi kalau siang hari kami tidak mengizinkan jemaah beraktivitas di luar kalau tidak menggunakan pelindung topi atau payung, dan dari maktab setiap jemaah memang disediakan payung,” ucapnya.

Kemudian untuk menghindari panas terik, pihaknya juga mengubah hampir semua jam jadwal kegiatan. Kegiatan dilakukan setelah salat subuh dan jam 10.00 malam waktu Arab Saudi. Hal ini berdasarkan imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, karena cuaca ekstrem (sangat panas) di Arab Saudi, sehingga jemaah diminta tidak melontar jumrah dari pukul 11.00-16.00 waktu Arab Saudi.

Selain itu, Khairil juga menginformasikan jika Rabu (19/6), jemaah haji Kotim telah  menyelesaikan ibasah lempar jamarat. Dikarenakan jemaah Kotim mengambil nafar tsani, sehingga secara otomatis di tanggal 13 Zulhijjah meninggalkan mina.

Rabu malam, ujarnya, hampir rata-rata jemaah Kotim non lansia dan berisiko tinggi seperti lansia usia 60 tahun lebih atau orang muda yang berisiko tinggi untuk sakit telah menyelesaikan tawaf ifadah yang merupakan rangkaian akhir ibadah haji.

Diinformasikannya juga, jadwal kepulangan jemaah haji Kotim rencananya tiba di tanah air pada Minggu, 30 Juni 2024 pukul 12.00 WITA di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Intinya semua kondisi jamaah haji sehat, adapun untuk lansia dan yang kondisinya berisiko mengingat kondisi kepadatan jemaah untuk keamanan dan kenyamanan akan kami tunda pelaksanaan tawaf ifadahnya hingga Minggu, 23 Juni,” pungkasnya. c-may

 

-
-
-