*Jhon: Bongkar Pasang, Belum Tentu Sejalan Rekom Partai
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) 27 November 2024 mendatang, mulai beredar pamflet di berbagai akun media sosial (medsos) maupun yang dibagikan melalui grup WhatsApp berspekulasi tentang pasangan calon (paslon) yang akan bertarung.
Terbaru, Pilgub Kalteng 2024 disebut-sebut bakal diikuti oleh 4 paslon. H Abdul Razak dipasangkan dengan Perdie M Yoseph yang diusung Partai Golkar dengan Perindo. Kemudian, H Agustiar Sabran-H Edy Pratowo diusung Gerindra-NasDem, H Nadalsyah (Koyem)-Sigit K Yunianto (SKY) yang diusung PDIP-Demokrat serta pasangan H Supian Hadi (SHD)-Habib Ismail Bin Yahya yang diusung PAN-PKB-PKS.
Pengamat politik Kalteng Jhon Retei Alfri Sandi menilai, fenomena bongkar pasang paslon yang sedang ramai beredar sekarang ini merupakan sesuatu yang wajar untuk menguji elektabilitas di mata publik.
“Hal itu merupakan suatu hal yang wajar dilakukan untuk menguji elektabilitas di mata publik. Meskipun belum tentu sejalan dengan rekomendasi partai pusat,” kata akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) itu, Rabu (10/7).
Jhon mengatakan, bongkar pasang paslon sedang ramai dipamerkan bisa menjadi bentuk strategi politik untuk mengetahui pasangan mana yang mampu menambah potensi kemenangan.
Namun yang perlu menjadi catatan penting, kata dia, sampai saat ini belum ada satu pun poros partai politik (parpol) yang membentuk koalisi resmi. Jhon memprediksi, semua parpol akan menentukan paslon di Pilgub “last minute” sebelum masa pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir.
Menurutnya, Pilgub Kalteng kali ini bisa saja diikuti 4 paslon seperti yang saat ini beredar atau mungkin hanya diikuti 2 paslon.
“Sekarang sudah tidak ada lagi paslon jalur independen karena sudah ditutup, ruangnya hanya tinggal melalui parpol, bisa saja nanti di Pilgub melebar sampai empat paslon atau mungkin hanya dua,” tuturnya.
Kalaupun 3 paslon, kata Jhon, head to head-nya akan lebih menarik dengan komposisi koalisi, Razak-Perdie, Agustiar-Edy, dan Nadalsyah-SKY.
“Hal tersebut tentunya berdasarkan peta politik dari wilayah barat, tengah maupun timur. Satu hal yang akan menjadi menarik, PDIP dan Demokrat apabila kedua partai ini membangun koalisi,” ungkapnya.
Kalaupun 2 paslon, lanjutnya, kemungkinan besar head to head Razak dan Nadalsyah yang akan bertarung, tinggal wakilnya berdasarkan keputusan partai di pusat.
“Karena dua balon ini sudah lama menyatakan serius siap bertarung, meski opsi pilihan masyarakat sedikit. Harapan saya, pesta demokrasi Kalteng menghadirkan tiga atau empat paslon untuk mewarnai Pilkada kalteng,” pungkasnya. jef











