SPIRIT POLITIK

Pengurus DPC PDIP dan PAC Se-Kobar Mundur, Kecewa Rekomendasi DPP ke Nurhidayah-Suyanto

35
×

Pengurus DPC PDIP dan PAC Se-Kobar Mundur, Kecewa Rekomendasi DPP ke Nurhidayah-Suyanto

Sebarkan artikel ini
Pengurus DPC PDIP dan PAC Se-Kobar Mundur, Kecewa Rekomendasi DPP ke Nurhidayah-Suyanto
KECEWA-Ahmadi Riansyah bersama pengurus DPC PDIP Kobar menyatakan mengundurkan diri dari PDIP FOTO ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Buntut terbitnya rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP PDIP kepada pasangan Hj Nurhidayah dan Suyanto, pengurus DPC PDIP bersama pengurus 6 PAC dan Ranting se-Kobar memutuskan mengundurkan diri keluar dari Partai moncong putih yang ketuai oleh Hj Megawati Soekarno Putri.

Ketua DPC PDIP Kobar Ahmadi Riansyah melalui siarannya resminya mengatakan, sejak tanggal 28 Agustus 2024 seluruh pengurus DPC PDIP, Pengurus PAC dan Ranting bertekad bulat mengundurkan diri, hal itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan yang telah di terbitkan oleh DPP.

“Keputusan dari DPP PDIP yang di tanda tangani oleh Ibu Hj Megawati Soekarno Putri kepada pasangan Hj Nurhidayah-Suyanto membuat kami kecewa. Pasalnya Hj Nurhidayah-Suyanto bukanlah kader partai, dimana keputusan tersebut DPP PDIP hanya mendengarkan sebelah pihak saja karena selama ini DPD PDIP Provinsi Kalimantan Tengah tidak pernah melibatkan kami dalam hal apapun,” kata Ahmadi Riansyah.

Ahmadi Riansyah menyampaikan, hubungan yang tidak harmonis antara DPD PDIP Provinsi Kalimantan Tengah dengan DPC PDIP Kobar, sehingga keputusan DPP tidak adil, perjuangan memenangkan Pemilu tahun ini pun sia-sia. Pasalnya hasil pemilu tahun ini PDIP berhasil merebut 7 kursi di DPRD Kobar atau memperoleh dukungan 32.382 suara.

“Sepanjang sejarah baru Pemilu tahun ini PDIP berhasil merebut 7 kursi di DPRD Kobar, yang semula hanya 6 kursi, semuanya itu kerja keras kita semua di daerah, seluruh PAC dan ranting satu komando untuk memenangkan Pemilu tahun ini, lantas jerih payah kami tidak di hargai dengan mengeluarkan rekomendasi bukan untuk kader partai, hal ini yang membuat kami sangat kecewa,” ujar Ahmadi Riansyah.

Dimana menurutnya, PDIP merupakan rumah dan darah bagi seluruh kader yang selama ini berjuang mati matian membesarkan partai, akan tetapi tidak ada sedikitpun dihargai hasil dari perjuangan itu.

“Atas sikap yang kami ambil ini merupakan bentuk kekecewaan, untuk itu kami pun menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada struktur, simpatisan dan kader PDIP yang selama ini telah berjuang penuh untuk membesarkan partai ini,” ucap Ahmadi Riansyah. c-uli