
DIBINCANGI-Ketua Bawaslu Palangka Raya Endrawati saat dibincangi awak media, Kamis (10/10).
*Bawaslu Palangka Raya Segera Lakukan Penyelidikan
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga guru dan kepala sekolah, diduga melanggar netralitas sebagai ASN, terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, beberapa oknum ASN terlihat menunjukkan keberpihakan dalam masa pesta demokrasi. Kejadian ini langsung memicu perhatian publik, mengingat Pemerintah Kota Palangka Raya telah berulang kali menyerukan pentingnya netralitas ASN dalam proses demokrasi.
Menanggapi hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Palangka Raya Endrawati mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah benar video tersebut terjadi di lingkungan Kota Palangka Raya.
“Kami belum bisa memastikan hal tersebut karena masih dalam proses. Kami akan membentuk tim untuk melakukan penelusuran informasi awal guna menelusuri kebenaran video tersebut,” ujarnya, kepada Tabengan, Kamis (10/10).
Endrawati juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi lebih lanjut terkait video tersebut untuk segera melaporkannya kepada Bawaslu.
“Kami sangat mengapresiasi jika ada pihak yang mengetahui secara pasti dapat melaporkannya ke Bawaslu,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai tindakan investigasi yang dilakukan, Endrawati memastikan, penelusuran informasi akan segera dimulai. “Kami akan melakukan penelusuran informasi terkait hal itu,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak Bawaslu baru menerima informasi dari video yang beredar di media sosial. “Baru melihat dari video,” katanya.
Diketahui, Pemerintah Kota Palangka Raya sebelumnya menegaskan komitmen mereka terhadap netralitas ASN, terutama di tengah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). nws











