Hukrim

ABK Kapal Pengangkut Pasir Ditemukan Tak Bernyawa Usai Tiga Hari Pencarian

22
×

ABK Kapal Pengangkut Pasir Ditemukan Tak Bernyawa Usai Tiga Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
ABK Kapal Pengangkut Pasir Ditemukan Tak Bernyawa Usai Tiga Hari Pencarian
TABENGAN/YULIANSYAH Tim SAR gabungan ketika mengevakuasi jenazah Arbain (51) yang tenggelam pada Selasa (31/12) lalu.

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Arbain (51) penambang pasir yang tenggelam di Sungai Kapuas Murung, wilayah Desa Bandar Mekar, Kabupaten Kapuas akhirnya ditemukan oleh tim SAR Gabungan, Kamis (2/1). Warga Desa Bandar Raya, Kecamatan Tamban Catur, Kapuas tersebut ditemukan tak bernyawa mengapung sekitar 15 kilometer dari lokasi karamnya kapal yang ditumpangi pada Selasa (31/12) lalu.

Diketahui, kecelakaan kapal pengangkut pasir terjadi pada Selasa (31/12) lalu saat korban bersama dua rekannya tengah beraktifitas melakukan penambangan pasir di sekitar Desa Bandar Mekar, Kecamatan Tamban Catur. Tiba-tiba kapal penampung pasir yang dinaiki mengalami kebocoran dan langsung tenggelam. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Arbain tidak terlihat muncul ke permukaan air.

Usai ditemukan, keluarga ikhlas menerima musibah kecelakaan tersebut. Jenazah Arbain segera dibawa ke rumah duka guna dimakamkan di TPU setempat.

Koordinator lapangan Kantor SAR Palangka Raya, Malik, mengatakan korban ditemukan setelah menerima informasi warga sekitar pukul 06.00 WIB yang mendapati benda mengapung menyerupai tubuh manusia. Mendapat informasi itu tim SAR gabungan mendatangi lokasi penemuan dan memastikan kebenarannya.

“Penemuan korban cukup jauh hampir mendekati muara karena arus sungai yang kuat. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan dinyatakan selesai dan ditutup. Kami turut mengucapkan rasa belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Ditpolair Polda Kalteng, Polsek Tamban Catur, Koramil 1011-01 Kapuas, BPBD Kabupaten Kapuas, BPK Kapuas, keluarga korban dan masyarakat setempat. c-yul/fwa