-
Spirit Kalteng

Indra Gunawan Sukses Pimpin Barito Timur

35
×

Indra Gunawan Sukses Pimpin Barito Timur

Sebarkan artikel ini
Indra Gunawan sebagai Penjabat (Pj) Bupati
-

*Inflasi Terkendali, Stunting Menurun dan Investasi Meningkat

TAMIANG LAYANG/TABENGAN.CO.ID – Kabupaten Barito Timur (Bartim) dengan julukan Jari Janang Kakalawah selama di bawah kepemimpinan Indra Gunawan sebagai Penjabat (Pj) Bupati, menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor, seperti inflasi terkendali, stunting menurun dan investasi meningkat.

Dalam kepemimpinannya, Indra menekankan berbagai kebijakan yang diterapkan telah membawa perubahan positif bagi masyarakat Bartim, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi.

Keberhasilan utama Pemkab Bartim adalah pengendalian inflasi, yang pada November-Desember 2024 tercatat sebesar 1,49 persen. Beberapa komoditas yang memiliki dampak terbesar terhadap inflasi di antaranya, daging ayam ras (+0,466persen), bawang merah (+0,388 persen) dan cabai rawit (+0,263 persen).

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Bartim telah melaksanakan berbagai program, seperti, pasar murah, operasi pasar, pemanfaatan pekarangan dan pembangunan gudang Bulog, untuk menjaga stok bahan pokok.

Upaya itu mendapat dukungan dari alokasi anggaran sebesar Rp691,12 juta, dengan realisasi Rp389,02 juta (56,28 persen) untuk ketahanan pangan serta Rp246,36 juta (99,69 persen) untuk bidang perdagangan.

Dalam sektor kesehatan, Pemkab Bartim mencatat penurunan angka stunting yang signifikan. Jumlah kasus stunting pada Juli 2024 mencapai 417 anak, dan berhasil turun menjadi 324 anak pada Desember 2024, atau berkurang 93 anak.

Program inovatif seperti Telur ASN untuk Stunting (TELASTING) dan Makanan Murah dan Bergizi (MUMUGI) menjadi salah satu faktor utama keberhasilan. Selain itu, intervensi stunting dilakukan secara serentak dengan optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Total anggaran yang berdampak langsung pada penurunan stunting mencapai Rp11,29 miliar, dengan realisasi Rp11,18 miliar (99,09 persen).

Di sektor ekonomi, Pemkab Bartim mencatat lonjakan investasi yang signifikan. Realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp1,12 triliun, meningkat drastis dari Rp445,33 juta pada 2023. 375 izin usaha telah diterbitkan melalui sistem perizinan digital OSS dan SIMBG dalam periode Oktober-Desember 2024.

Selain itu, seluruh perizinan di Bartim kini sudah berbasis digital, memudahkan pelaku usaha dan masyarakat dalam mengurus administrasi usaha.

Peran penting kepemimpinan Indra Gunawan dalam tantangan kemiskinan ekstrem masih tinggi. Meski banyak pencapaian positif, angka kemiskinan ekstrem di Bartim masih menjadi tantangan besar.  Tingkat kemiskinan 6,63 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Kalteng (5,11 persen). Jumlah warga miskin 4.156 jiwa, dengan 3.863 jiwa di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab mengalokasikan Rp80,57 miliar, dengan realisasi Rp62 miliar (98,9 persen) untuk program pengentasan kemiskinan, termasuk bantuan sosial dan peningkatan keterampilan masyarakat miskin.

Dalam aspek pelayanan publik, nilai kepatuhan Ombudsman terhadap Pemkab Barito Timur meningkat dari 59,54 (2023) menjadi 73,52 (2024). Namun, Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diharapkan masyarakat masih belum terwujud.

Beberapa inovasi layanan digital yang telah diterapkan antara lain, Gerakan Cek Pajak dan Pembayaran Non-Tunai, BOS (Barito Timur Zero Stunting), SIMPEL MAS (Sistem Pelayanan Elektronik Masyarakat), One Day Service (ODS) untuk layanan kependudukan.

Hingga akhir 2024, 1.543 perizinan telah diterbitkan secara digital, mencakup layanan dari DPMPTSP, Disdukcapil, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kesehatan.

Pemkab Bartim memastikan ketersediaan pangan aman, meskipun masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Beberapa komoditas yang masih bergantung pada impor, Beras Sebagian besar berasal dari Kalsel dan Jawa (stok cukup untuk 3,5 bulan. Jagung asih diimpor dari Kalsel.  Bawang merah dan putih 100 persen dari luar daerah. Daging sapi dipasok dari Kalsel & Bulog dan daging ayam dan telur produksi lokal cukup, namun harga tinggi.

Perlu diakui Secara keseluruhan, kinerja Pemkab Bartim menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor yaitu inflasi terkendali, Angka stunting turun signifikan, Investasi meningkat drastis hingga Rp1,12 triliun dan Pelayanan publik semakin digital.

Indra mengakui, tantangan besar masih perlu diatasi, terutama dalam, Angka kemiskinan ekstrem yang masih tinggi (6,63 persen), tingkat kebocoran air PDAM masih di atas target (27,78 persen), belum adanya Mal Pelayanan Publik (MPP).

Pemkab Bartim menargetkan tahun 2025 sebagai tahun percepatan pembangunan dan kesejahteraan, dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan publik, dan ketahanan pangan yang lebih baik.

“Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bartim. Tantangan memang ada, tetapi dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami optimis dapat membawa perubahan yang lebih baik,” pungkasnya. c-pea

-
-
-