Hukrim

Tinggalkan Charger di Kasur, Barak Nyaris Terbakar

32
×

Tinggalkan Charger di Kasur, Barak Nyaris Terbakar

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan Charger di Kasur, Barak Nyaris Terbakar
HANGUS-Petugas ketika menunjukkan kasur yang telah hangus terbakar akibat kelalaian penghuni barak. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah barak di Jalan Kedondong, Gang Baru, Kota Palangka Raya nyaris ludes terbakar akibat kelalaian dari penghuninya, Minggu (23/2). Ini diakibatkan charger handphone yang masih tercolok di terminal listrik menyebabkan api dan membakar kasur.

Informasi di lapangan, penghuni barak diduga meninggalkan charger ponsel yang masih tercolok dan tersambung ke listik di atas kasur. Akibat panas yang dihasilkan, kasur hampir ludes terbakar dan menimbulkan kepulan asap lumayan tebal.

Beruntung, saat itu penghuni lain segera menyadari kejadian ini dan bertindak cepat untuk memutus aliran listrik serta memadamkan sumber panas, sebelum api benar-benar membesar.

Suwarno, penghuni barak lain menceritakan, bermula kemunculan asap tebal mulai terlihat keluar dari jendela barak yang ditinggalkan oleh penghuninya. Dengan sigap warga setempat mencoba untuk masuk dan berupaya untuk memadamkan api yang mulai menghanguskan kasur.

“Kami tadi melihat asap tebal keluar dari jendela barak. Saya dan beberapa warga lainnya langsung bertindak cepat melewati tembok belakang, lalu kami mendobrak pintu dan berusaha memadamkan api sebelum membesar,” ujarnya.

Setelah upaya pemadaman awal dilakukan oleh warga, laporan segera disampaikan ke Call Center 112 untuk menghindari potensi kebakaran yang lebih besar. Menanggapi laporan tersebut, tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya segera turun ke lokasi bersama tim dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan PLN Rayon Timur.

Ketua Tim emergency Call Center 112 Disdamkarmat Sucipto, menjelaskan bahwa kejadian ini diduga disebabkan oleh kelalaian pemilik barak yang meninggalkan kabel pengisi daya masih tersambung ke listrik. Akibat hubungan arus pendek listrik dari kabel pengisi daya yang berakibat panas berlebih hingga menimbulkan percikan api.

“Stop kontak dalam kondisi baik, tetapi aliran listrik ke kabel di atas kasur menyebabkan panas berlebih hingga memicu kebakaran. Ini merupakan bentuk kelalaian yang bisa berakibat fatal,” katanya.

Ia menerangkan, api tidak sempat membesar karena kesigapan warga setempat dalam menangani kejadian tersebut.

“Untungnya ada tetangga yang segera bertindak. Jika terlambat sedikit saja, api bisa merambat ke bangunan lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tambahnya.

Sucipto mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan potensi bahaya dari kabel listrik yang dibiarkan terhubung dalam waktu lama, terutama di sekitar bahan mudah terbakar seperti kasur atau perabotan lainnya.

“Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan tidak lalai dalam penggunaan listrik guna mencegah terjadinya musibah kebakaran di masa mendatang,” tutup Sucipto. dte