PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Karena terjadinya Lonjakan Penumpang kapal laut di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Bupati Kotawaringin Barat pun mengambil langkah cepat dengan menyurati Direktorat Jenderal Perhubungan laut ,perihal Permohonan Fasilitas Penumpang untuk angkutan lebaran 1446 hijriah. Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Perhubungan Kobar Amir Hadi.
Amir Hadi menyampaikan juga bahwa Bupati Kobar telah melakukan Rapat Koordinasi perihal Lonjakan Penumpang Lebaran di Pelabuhan Panglima Utar, mengingat masih banyak Penumpang kapal yang tidak terangkut, mengingat Angkutan lebaran dari Pelanuhan Panglima Utar Kumai hanya sampai dengan tanggal 28 Maret 2025 atau H-3.
“Surat untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah kami layangkan pada tanggal 24 Maret 2025 dan Alhamdulillah surat tersebut direspon dimana pada tanggal 31 Maret akan ada tambahan armada dari PT Pelni yang akan mengangkut pemudik dari Kumai dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” ujar Amir Hadi.
Menurut Amir, lonjakan penumpang lebaran di Pelabuhan Panglima Utar Kumai mengingat Pelabuhan Panglima Utar Kumai Kabupaten Kobar merupakan salah satu gerbang keluar masuk arus penumpang dan barang di wilayah bagian Barat Provinsi Kalimantan Tengah dengan pulau Jawa.
Lanjutnya, Pelabuhan Panglima Utar Kumai sekaligus sebagai pintu keluar masuk bagi Kabupaten di sekitarnya, yaitu Lamandau, Sukamara, Seruyan dan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat . Dan diperkirakan pada masa Angkutan Lebaran tahun 2025 terjadi peningkatan jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
“Sebagai pertimbangan tersebut, saat ini banyak Penumpang yang belum bisa terangkut akan tetapi pada tanggal 31 Maret akan ada tambahan armada dari PT Pelni, ” ujar Amir Hadi. (Yulia)











