DPRD MURUNG RAYA

Dewan Minta Pemkab dan Warga Antisipasi Bencana Alam

33
×

Dewan Minta Pemkab dan Warga Antisipasi Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Mura Bebie

PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID- Sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan rawan bencana alam seperti banjir maupun longsor. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura) Bebie meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura bergerak cepat melakukan berbagai langkah atau upaya kesiapsiagaan bencana. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya bencana alam khususnya di wilayah zona rawan bencana.

“Semua pihak terkait wajib untuk bergerak dan siap siaga,” tegas politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (16/1).

Dia menambahkan, selain kesiapsiagaan terhadap bencana alam, pemerintah daerah juga wajib senantiasa menyampaikan imbauan atau sosialisasi kepada masyarakat agar selalu siaga. Menurut Bebie, imbauan tersebut untuk membudayakan masyarakat yang aware atau tanggap dan memiliki kewaspadaan bencana alam di Mura.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat yakni kenali lingkungan mulai dari hal kecil seperti saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Selain itu meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan lebih dari tiga jam berturut-turut, karena di Kabupaten Murung Raya terdapat wilayah zona rawan bencana yang tersebar di hampir seluruh kecamatan seperti banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.

Bebie meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, apabila memang terjadi cuaca ekstrem seperti hujan atau angin. Sebaiknya saat warga jangan memaksakan beraktivitas di luar.

“Tapi kalau sudah di luar sebaiknya selalu mencari tempat yang aman,” sarannya

Lebih lanjut, Bebie menyebut, untuk membudayakan kewaspadaan bencana di masyarakat, Pemkab Mura harus menggandeng semua pihak terkait. Seluruh infrastruktur yang ada saat ini untuk diperbaiki, dirawat, dan dioptimalkan. Selain itu membentuk posko bersama untuk koordinasi real time.

“Jika banjir terjadi, pemerintah wajib menyiapkan langkah tanggap darurat, termasuk pemetaan titik-titik rawan banjir dan penyediaan posko bantuan.  dan memastikan kesiapan infrastruktur serta personel di lapangan,”pungkasnya. dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *