-
Spirit Kalteng

Waduh! Banyak Guru SMKN 6 Palangka Raya Jarang Hadir, Disdik Kalteng Selidiki

42
×

Waduh! Banyak Guru SMKN 6 Palangka Raya Jarang Hadir, Disdik Kalteng Selidiki

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Agie dan Plt Sekretaris Disdik Kalteng Safrudin
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merespons laporan dari Anggota Komisi II DPRD Kalteng terkait minimnya kehadiran guru di SMK Negeri 6 Palangka Raya, Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit.

Plt Sekretaris Disdik Kalteng Safrudin menyatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran langsung ke sekolah yang bersangkutan untuk memastikan kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah yang diperlukan jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian.

Safrudin menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menghubungi pihak sekolah.

“Kami konfirmasi ke sekolah dulu ya,” ujar Safrudin singkat, saat dikonfirmasi wartawan di Palangka Raya, Kamis (17/7).

Ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena belum memperoleh laporan resmi dari pihak sekolah. Namun, pihaknya akan mengecek kebenaran informasi tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Beberapa waktu lalu, Anggota Komisi II DPRD Kalteng Agie meminta Disdik Provinsi Kalteng agar segera turun tangan memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMKN 6 yang berada di Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.

Permintaan itu disampaikan Agie usai melakukan kegiatan reses di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Ia menyoroti persoalan serius yang terjadi di sekolah itu, yakni minimnya kehadiran guru, meski fasilitas sekolah terbilang layak dan para siswa tetap aktif hadir ke sekolah.

“Saya sangat prihatin karena saat kami tinjau langsung ke lokasi, nyaris tidak ada aktivitas guru di sana. Padahal sekolahnya bagus, muridnya hadir, tetapi gurunya tidak ada. Ini harus segera ditindaklanjuti,” kata Agie, saat ditemui di Palangka Raya.

Agie menilai, kondisi tersebut bisa berdampak serius terhadap kualitas pendidikan di wilayah pinggiran, apalagi SMK merupakan jenjang pendidikan yang menyiapkan siswa untuk siap kerja. Ia berharap Disdik segera menurunkan tim guna memastikan pelayanan pendidikan berjalan dengan baik.

“Kalau ini dibiarkan terus, kasihan anak-anak kita di Rakumpit. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang sama baiknya dengan siswa-siswi di pusat kota,” tegasnya. ldw

 

-
-
-