+ Korwil BGN Bukan Keracunan Massal, tapi karena Imun Anak Lagi Turun hingga terpengaruh Saus Cepat Saji
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah sebelumnya sempat membantah bahwa dari hasil koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah terkait untuk melakukan investigasi, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya menyatakan tidak ada keracunan makanan yang meresahkan masyarakat, pada Senin (29/9) pagi.
Bahkan Nur Izzah Dinnilah menjamin bahwa seluruh proses pengolahan menu MBG, termasuk saus dan semua komponen pelengkap, telah melalui pemeriksaan Quality Control (QC) yang sangat ketat.
Dan memastikan, memastikan tidak ada bahan baku, apalagi saus yang kedaluwarsa, yang lolos dalam rantai distribusi kami. Integritas dan keamanan gizi anak-anak kita adalah prioritas tertinggi BGN Palangka Raya,” tegas Nur Izzah.
Namun pada Senin sore Nur Izzah Dinnilah, kembali mengeluarkan tanggapan resmi menyusul beredarnya informasi mengenai sejumlah siswa sekolah dasar yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah.
Nur Izzah Dinnilah menyampaikan klarifikasi ini untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat dan memberikan informasi yang akurat mengenai insiden yang terjadi sekitar dua minggu lalu tersebut.
Bantah Keras Keracunan Massal
BGN Palangka Raya membenarkan adanya insiden di mana sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan, namun mereka dengan tegas menolak menyebutnya sebagai “keracunan massal.”
Menurut Nur Izzah Dinnilah, hasil pengamatan dan investigasi mereka menemukan adanya faktor lain yang memperparah kondisi siswa.
“Kami membenarkan bahwa telah terjadi insiden di mana sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan. Namun, kami ingin menegaskan bahwa kami tidak dapat menyatakan insiden ini sebagai ‘keracunan’ karena adanya faktor banyak anak-anak yang memang sebelumnya sudah terkena radang tenggorokan serta imunnya yang sedang turun,” jelas Nur Izzah Dinnilah.
Ia menambahkan, kondisi imunitas siswa yang melemah tersebut diduga menjadi penyebab mereka mudah terpengaruh oleh makanan cepat saji, seperti saus yang dikonsumsi saat itu.
“Karena imunnya yang turun mengakibatkan anak-anak tersebut mudah terkena dampak dari saus cepat saji tersebut,” tambahnya.
Siswa Sudah Pulih dan Kembali Beraktivitas
Nur Izzah Dinnilah juga memastikan bahwa penanganan terhadap siswa yang bergejala telah berjalan dengan baik. Pihak BGN saat itu telah menawarkan rujukan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun pihak sekolah memutuskan untuk tidak melanjutkan rujukan setelah memberikan pertolongan pertama.
“Seluruh siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan telah ditangani dan saat ini telah pulih sepenuhnya. Tidak ada siswa yang memerlukan rawat inap di rumah sakit, dan mereka telah kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk kembali mengikuti program makanan bergizi. Tidak ada dampak trauma yang ditimbulkan dari kejadian ini,” tegasnya.
Komitmen Perketat SOP Keamanan Gizi
Menyikapi insiden ini, BGN Palangka Raya berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan program.
“Kami akan terus memperketat prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan bahwa program MBG di Kota Palangka Raya terbebas dari keracunan massal,” ujar Nur Izzah Dinnilah.
Ia menutup klarifikasinya dengan menegaskan komitmen BGN untuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan program demi kebaikan para penerima manfaat, khususnya di Kota Palangka Raya. BGN meminta masyarakat agar dapat memahami klarifikasi ini secara jernih dan proporsional. rmp











