-
Hukrim

ODGJ Kambuhan Dievakuasi, Disdamkarmat Dorong Palangka Raya Miliki RSJ Sendiri

61
×

ODGJ Kambuhan Dievakuasi, Disdamkarmat Dorong Palangka Raya Miliki RSJ Sendiri

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI-ODGJ berinisial SH alias KI ketika dievakuasi tim gabungan. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tim gabungan kembali mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial SH alias KI yang meresahkan masyarakat, Kamis (2/10). Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga terkait ulah pelaku yang kembali menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan di beberapa lokasi.

Proses penanganan melibatkan Regu 3 Rescue Damkar, Babinsa, Lurah Palangka beserta jajaran, Ketua RW dan RT setempat, Dinas Sosial, serta sejumlah OPD terkait. SH alias KI selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, setelah sebelumnya berkali-kali dievakuasi karena kasus serupa.

KI dikenal luas oleh warga Palangka Raya sebagai ODGJ kambuhan. Perilakunya kerap membahayakan lingkungan, mulai dari melempari rumah dengan batu di Jalan Rungan dan Jalan Tinggang, menyerang ibu-ibu secara tiba-tiba di Jalan Bukit Keminting, membakar pondok warga, hingga membawa senjata tajam. Tak jarang pula ia mengancam karyawan usaha rental mobil di kawasan Bukit Keminting.

Dalam kondisi normal, KI bisa berkomunikasi dengan baik. Namun saat kambuh, perilakunya menjadi anarkis dan menimbulkan ketakutan. Bahkan, dalam sebulan terakhir, ia kembali melempari kaca rumah warga di Jalan Rungan, sehingga keluhan masyarakat semakin meningkat.

Koordinator Call Center 112 Disdamkarmat Palangka Raya, Sucipto menuturkan bahwa keberadaan KI cukup berbahaya. Ia beberapa kali kedapatan membawa korek api gas yang berpotensi memicu kebakaran. “Sangat sulit dipastikan apakah KI meminum obat secara rutin tanpa pengawasan,” ujarnya.

Sucipto menekankan bahwa penanganan ODGJ kambuhan tidak cukup hanya dengan evakuasi sementara. “Perlu ada fasilitas perawatan permanen agar ODGJ tidak membahayakan masyarakat, mendapatkan pengobatan intensif, dan hanya dikembalikan ke masyarakat jika benar-benar pulih secara medis,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi refleksi serius bagi Kota Palangka Raya untuk segera memiliki rumah sakit jiwa sendiri atau setidaknya fasilitas rehabilitasi jiwa yang memadai. “Pertumbuhan jumlah ODGJ semakin meningkat, baik yang terlihat di ruang publik maupun dalam lingkungan keluarga. Ini memerlukan solusi jangka panjang, bukan sekadar tindakan reaktif,” tambahnya.

Ia juga menyoroti banyaknya ODGJ yang dilepas tanpa identitas maupun penanggung jawab. Karena itu, selain penanganan medis, diperlukan pendekatan non-medis seperti dukungan budaya, spiritual, dan sosial agar penanganannya lebih menyeluruh.

Evakuasi terhadap KI hari itu menjadi bukti komitmen seluruh pihak menjaga keamanan warga. Namun, Sucipto menegaskan, penanganan ODGJ tidak bisa hanya bergantung pada evakuasi darurat. “Diperlukan langkah kebijakan kota yang strategis dan manusiawi, demi keselamatan warga sekaligus pemulihan ODGJ,” pungkasnya. mak

 

 

-
-
-