-
Spirit Kalteng

Cuaca Panas Ekstrem Capai 35,8 Derajat Celcius Melanda Kalteng

163
×

Cuaca Panas Ekstrem Capai 35,8 Derajat Celcius Melanda Kalteng

Sebarkan artikel ini
ilustrasi/foto istimewa
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Cuaca panas ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk Kota Palangka Raya. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara siang hari meningkat tajam, disertai langit yang tampak cerah tanpa awan berarti. Kondisi ini membuat sinar matahari menembus langsung ke permukaan bumi tanpa hambatan, sehingga udara terasa lebih panas dari biasanya.

Meski begitu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa secara klimatologis, wilayah Kalteng sebenarnya sudah memasuki musim hujan.

“Saat ini sudah masuk musim hujan, penentuan musim hujan tidak ditentukan dari seberapa sering hujan turun, melainkan dari akumulasi curah hujan selama tiga dasarian (sekitar 30 hari),” ujar Ihsan, Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (15/10).

Ia menjelaskan, suhu panas yang dirasakan masyarakat saat ini disebabkan oleh kondisi tutupan awan yang relatif sedikit. Hal ini memungkinkan proses penyinaran matahari berlangsung optimal dan langsung memanaskan permukaan bumi.

“Suhu udara yang terasa panas diakibatkan karena tutupan awan yang relatif sedikit, sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan tanpa banyak hambatan,” jelas Ihsan, Selasa (15/10).

Kondisi langit cerah dan minim awan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 18 Oktober 2025, berdasarkan prediksi Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan potensi tutupan awan rendah di wilayah Kalteng.

“Berdasarkan hasil pengamatan, suhu maksimum dalam sepekan terakhir tercatat berkisar antara 31°C 35,8 °C, dengan puncak panas terjadi beberapa hari terakhir,” katanya.

Dengan suhu yang mencapai lebih dari 35 derajat Celcius, warga diminta agar lebih memperhatikan kesehatan, menjaga asupan cairan tubuh, dan menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari.

“Kami menyarankan masyarakat untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung, banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, serta tetap memperhatikan kondisi tubuh,” imbuhnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan sinar matahari langsung terutama pada siang hari.

“Masyarakat juga diminta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, dan tabir surya (sunscreen) ketika beraktivitas di luar ruangan,” pungkasnya. dte

 

-
-
-