-
Spirit Kalteng

Hujan, Haru, dan Restu Warnai Akad Nikah Putra Gubernur Kalteng 

223
×

Hujan, Haru, dan Restu Warnai Akad Nikah Putra Gubernur Kalteng 

Sebarkan artikel ini
SUNGKEMAN-Saksi pernikahan mantan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugiyanto Sabran, DAN Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. FOTO ANITA
-

+Mantan Gubernur dan Pangdam Jadi Saksi Pernikahan Deden dan Bunga

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hujan yang turun sejak pagi tak mampu menghalangi langkah Deden Wigustianto dan Bunga Aulia Kinanty Kiai Demak menuju hari bahagia mereka. Justru, rintik hujan seolah menjadi saksi langit atas penyatuan dua hati di Musala Istana Isen Mulang, Minggu (26/10).

Dengan satu tarikan napas, Deden mengucap ijab kabul dengan suara tegas. Hujan yang membasahi halaman istana seakan menambah syahdu suasana, mengiringi kisah baru pasangan Deden dan Bunga.

Namun, puncak haru bukan pada ijab kabul semata. Setelah resmi menjadi suami istri, Deden dan Bunga menjalani tradisi sungkeman sebuah momen yang menyentuh hati semua yang hadir.

Dengan bersimpuh, keduanya mencium tangan para orang tua. Tetes air mata pun tak terbendung. Suasana di Musala Istana Isen Mulang berubah menjadi lautan haru dan doa.

Sungkeman pertama dilakukan kepada Ibunda Gubernur Kalteng, Hj. Hayanah. Perempuan yang telah berusia lanjut itu tampak menahan haru saat cucu yang dibesarkannya kini menjadi kepala keluarga.

Dilanjutkan kepada Ibu kandung Deden, Hj. Dewi Budiana, dan Ayahandanya, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, setelah itu Deden dan Bunga menyalami Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Kemudian dilanjutkan sungkeman pada keluarga mempelai perempuan yakni Hj. Debbie Charlota Jeaneke Egam (ibu kandung bunga) dan Deddy Yudiansyah Kiai Demak (ayah kandung bunga).

Kemudian dilanjutkan bersalaman dengan kerabat, sahabat, pejabat daerah serta Forkopimda yang turut hadir.

Hujan di luar tak kunjung reda, namun di dalam ruangan, kehangatan keluarga justru kian terasa. Tamu-tamu yang hadir mulai dari kerabat, sahabat, hingga pejabat daerah ikut menyaksikan momen sakral itu dengan penuh takzim.

Tradisi sungkeman yang dijalankan dengan tulus menjadi simbol penghormatan dan bakti seorang anak kepada orang tua, sekaligus penegas nilai-nilai budaya yang masih kuat dijaga oleh keluarga besar Gubernur Kalteng.

Usai sungkeman Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengungkapkan bahagia dan harunya saat diwawancara awak media, begitu juga saat menyaksikan Akad Nikah putranya,  Gubernur H. Agustiar Sabran tampak sangat haru sekaligus bahagia menyaksikan momen sakral putra sulungnya memasuki babak baru kehidupan. Ia menyampaikan rasa syukur dan doa terbaiknya untuk kedua mempelai.

“Sebagai orang tua, tentu kami bahagia. Saya mendoakan yang terbaik untuk Deden dan Bunga. Semoga pernikahan mereka menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, dan menjadi keluarga yang Samawa” ujar Agustiar Sabran dengan senyum bahagia.

Mantan Gubernur dan Pangdam Jadi Saksi

Akad nikah dipimpin langsung oleh Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jekan Raya, Mahmud, M.Ag., dengan saksi pernikahan yakni mantan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugiyanto Sabran, yang juga adik kandung Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, serta Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.

Suasana akad nikah berlangsung sederhana, namun penuh makna. Nuansa kekeluargaan sangat terasa, terlebih karena digelar di kediaman resmi Gubernur yang juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga besar Sabran.

Usai prosesi akad, kedua mempelai tampak sumringah menerima ucapan selamat dari keluarga, kerabat, dan tamu undangan. Deden mengenakan busana adat berwarna putih gading dengan sentuhan modern, sementara Bunga tampil anggun dalam balutan kebaya klasik yang elegan.

Momen haru pun pecah ketika kedua mempelai melakukan sungkeman kepada orang tua. Deden tampak menunduk dengan mata berkaca-kaca saat mencium tangan sang ayah, Gubernur Agustiar Sabran, dan ibunda tercinta.

Rangkaian acara pernikahan Deden dan Bunga akan dilanjutkan dengan resepsi yang digelar di Kalawa Convention Hall, yang dijadwalkan berlangsung meriah dengan sentuhan adat dan budaya Kalimantan Tengah.ldw

 

-
-
-