PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya menambah pemasangan speed bump atau polisi tidur di beberapa titik jalan yang selama ini kerap menjadi lokasi balap liar maupun insiden lalu lintas. Upaya ini dilakukan untuk memperketat kendali kecepatan kendaraan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga, terutama di kawasan permukiman.
Plt Kepala Dishub Palangka Raya Hadi Suwandoyo menjelaskan, pemasangan ini menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota agar Dishub terus berkolaborasi dengan Satlantas Polres dan Satpol PP dalam penanganan balap liar serta peningkatan keselamatan berlalu lintas.
“Tujuan kami memasang speed bump ini agar pengendara mengurangi laju kendaraan dari kejauhan. Di beberapa titik, kecepatan pengendara memang sering melebihi batas,” jelasnya, Sabtu (22/11).
Hadi menegaskan, pemasangan speed bump merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas sekaligus upaya meredam potensi gangguan ketertiban.
Menurutnya, sejumlah jalan dipilih karena selama ini sering dimanfaatkan untuk aksi kebut-kebutan maupun memiliki karakteristik yang memungkinkan pengendara melaju tinggi.
“Contohnya di Jalan Garuda, terutama pada malam minggu, kawasan tersebut kerap jadi arena balap liar padahal berada di lingkungan perumahan,” tegasnya.
Ia mengatakan, laporan masyarakat juga ikut menjadi dasar penentuan titik pemasangan. Warga yang mengeluhkan aksi balap liar yang marak pada malam akhir pekan meski kawasan tersebut berada di lingkungan permukiman padat.
“Saat kami turun bersama Satpol PP, masih ada pengendara yang nekat kebut-kebutan dan membahayakan orang lain. Dengan adanya speed bump, setidaknya mereka akan mengurangi kecepatan dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” katanya.
Selain di titik rawan balapan, Dishub juga menambah fasilitas serupa di area publik seperti dekat sekolah, rumah ibadah dan pemukiman. Salah satu lokasi terbaru berada di Jalan Temanggung Tandang, setelah adanya masukan dari pengurus masjid setempat.
Di kawasan tersebut sebelumnya terjadi insiden warga terserempet truk serta laporan mengenai kendaraan yang melaju kencang menjelang waktu salat Jumat.
“Usulan dari masyarakat disana pernah ada warga yang terserempet truk sepulang belanja. Menjelang salat Jumat pun ada yang melaju kencang. Dengan adanya speed bump, harapannya pengendara menjadi lebih tertib,” pungkasnya. dte





