PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Ribuan umat Kristiani di Kabupaten Kapuas dan Lamandau meramaikan Parade Natal dan Pawai Lilin Natal 2025, Sabtu (29/11). Meski diterpa hujan gemiris, tak menyurutkan semangat peserta dan masyarakat yang menyaksikan.
Di Kapuas, acara yang dipusatkan di Stadion Panunjung Tarung Jalan Maluku, dilepas secara langsung oleh Bupati Kapuas HM Wiyatno SP dan Wakil Bupati Dodo SP.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas yang dibacakan Wakilnya mengharapkan seluruh umat Kristiani dapat terus dan selalu memaknai suka cita Natal dengan selalu menjaga kerukunan dan kedamaian di bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung.
“Jadikan kegiatan ini sebagai simbol harapan untuk lebih merekatkan persaudaraan serta semangat Natal yang penuh dengan kehangatan dan kedamaian di Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung, dengan selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan,” katanya.
Ketua PHBK Kabupaten Kapuas Drs Yang Hendri Alle MSi sekaligus Ketua Panitia, menerangkan, kegiatan Pawai Lilin Natal Tahun 2025 ini diikuti 59 kelompok dengan jumlah 2.800 orang peserta yang terdiri dari dominasi perkumpulan gereja, pelajar, organisasi, anak Sekolah Minggu, SPP, dinas instansi serta komunitas dan paguyuban.
Bupati Lamandau Rajut Persaudaraan
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menghadiri sekaligus membuka Parade Natal se-Kabupaten Lamandau Tahun 2025 di Gereja GKE Haleluya Nanga Bulik, Sabtu (29/11).
Kegiatan yang mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini turut dihadiri Asisten Setda, Kepala OPD, tokoh agama, serta para undangan lainnya.
Bupati menegaskan, tema parade tahun ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya keluarga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Ketika keluarga hidup dalam kasih dan damai, maka masyarakatnya akan rukun dan daerah kita akan semakin kokoh,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan, Lamandau sebagai daerah yang majemuk selama ini telah mampu menjaga toleransi diantara sesama dengan sangat baik.
Parade Natal merupakan wujud nyata kebersamaan masyarakat lintas gereja, komunitas, dan latar belakang untuk terus menyuarakan damai, kasih, serta persaudaraan di Bumi Bahaum Bakuba.
“Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini, karena selain menjadi ekspresi iman umat Kristiani, juga memperkuat nilai kerukunan dan harmoni antar sesama,” ujarnya.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum kelahiran Yesus Kristus sebagai pengingat untuk meneguhkan kasih dalam keluarga, menebarkan damai kepada sesama, dan bersama-sama membangun Lamandau yang semakin rukun, aman, dan sejahtera.
Parade tahun ini diikuti kurang lebih ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Adapun rute parade dimulai dari GKE Haleluya dan kembali finis di lokasi yang sama setelah menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Nanga Bulik. c-yul/c-kar





