PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya resmi digelar pada Minggu (28/12) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran dan eksistensi lembaga adat Dayak dalam menjaga harkat, martabat, serta kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Ketua Umum DAD Provinsi Kalimantan Tengah yang juga Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi membuka Musda tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musda III DAD Kota Palangka Raya dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan.
“Musyawarah ini bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat eksistensi, harkat, dan martabat masyarakat Adat Dayak di Kalimantan Tengah,” tegas Agustiar.
Ia menekankan bahwa Kota Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi merupakan wajah Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, DAD Kota Palangka Raya memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan falsafah Huma Betang dan semangat Belom Bahadat tetap menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Agustiar Sabran juga menitipkan pesan agar DAD terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Ia meminta peran Damang dan Mantir Adat dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam penyelesaian sengketa melalui hukum adat yang berkeadilan.
“Di tengah dinamika sosial dan tahun politik, DAD harus menjadi perekat. Kita boleh berbeda pendapat, namun tetap menjunjung tinggi falsafah Huma Betang demi persatuan masyarakat Dayak,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap pelaksanaan Musda III DAD Kota Palangka Raya. Menurutnya, Musda merupakan forum yang sangat strategis untuk evaluasi, konsolidasi organisasi, serta regenerasi kepemimpinan Dewan Adat Dayak.
“Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus mendukung Dewan Adat Dayak, serta bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah,” ungkap Fairid.
Ia berharap Musda III DAD Kota Palangka Raya dapat berjalan dengan lancar, demokratis, dan menghasilkan gagasan serta program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Dayak, khususnya di Kota Palangka Raya.
Plt Ketua Umum DAD Kota Palangka Raya, Leonard S. Ampung, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja keras sehingga Musda III dapat terselenggara dengan baik. Ia menjelaskan sejumlah program yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinannya, antara lain pelantikan dan pengukuhan Damang Kepala Adat Pahandut dan Jekan Raya, pengusulan perpanjangan tugas mantir adat se-Kota Palangka Raya, serta pengaktifan kembali sekretariat DAD Kota Palangka Raya.
Leonard menegaskan bahwa Musda III merupakan forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sekaligus menjadi wadah penyusunan dan penetapan program kerja DAD Kota Palangka Raya untuk lima tahun ke depan.
“Musda ini bertujuan mendorong pemberdayaan lembaga adat Dayak agar mampu membangun karakter masyarakat melalui pelestarian adat istiadat, kebiasaan, serta penegakan hukum adat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap Musda III DAD Kota Palangka Raya dapat berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan kepemimpinan baru yang memiliki kapasitas, kredibilitas, serta integritas untuk memajukan Dewan Adat Dayak dan masyarakat Dayak di Kota Palangka Raya. nws





