PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palangka Raya selama awal Januari 2026. Berdasarkan data sementara, total kejadian karhutla yang tercatat mencapai 13 kasus dengan luasan lahan terbakar sekitar 8,75 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi, menyampaikan bahwa dari seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni mencapai 12 kejadian.
“Untuk awal Januari 2026 ini, kami mencatat total ada 13 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, paling banyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 12 kejadian, sementara satu kejadian di kecamatan Sabangau,” ujarnya, Kamis (29/1).
Menurutnya, luasan lahan yang terdampak akibat kebakaran tersebut mencapai kurang lebih 8,75 hektare, dengan karakteristik lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan lahan kosong yang sebelumnya telah dibersihkan.
Ia menjelaskan penyebab utama terjadinya karhutla di wilayah Kota Palangka Raya masih didominasi oleh aktivitas manusia. Banyak kasus kebakaran bermula dari pembersihan lahan yang tidak diawasi dengan baik, kemudian api dibiarkan hingga merembet ke area sekitar.
“Sebagian besar kejadian disebabkan oleh aktivitas pembersihan lahan, kemudian ditinggalkan begitu saja. Selain itu, juga ada indikasi adanya oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran,” katanya. dte





