Hukrim

Perantau Asal NTT Ditemukan Tewas di Kamar Kos

177
×

Perantau Asal NTT Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Sebarkan artikel ini
Perantau Asal NTT Ditemukan Tewas di Kamar Kos
EVAKUASI-Kepolisian dan relawan mengevakuasi jenazah NM untuk dibawa ke rumah sakit. FOTO ERP PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga di kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Senin  (2/3/2026).

Pria tersebut diketahui berinisial NM (26), seorang perantau asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan ayam geprek. Ia telah menetap dan bekerja di Palangka Raya selama kurang lebih dua tahun.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh rekan kerja korban, Astri Wahyu Wijayanti. Saat itu, Astri berniat membangunkan korban untuk memulai aktivitas kerja seperti biasa. Namun ketika masuk ke kamar yang tidak terkunci, ia mendapati korban dalam posisi menyamping dan tidak merespons saat dipanggil.

Merasa ada yang tidak beres, Astri kemudian meminta bantuan rekannya, Firmansyah, untuk memastikan kondisi korban. Setelah dicek, korban diduga sudah tidak bernyawa. Keduanya pun segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas piket SPKT bersama Unit Inafis Polresta Palangka Raya langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pamapta III SPKT, Ipda Muhammad Abrar.

Dalam proses pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban seperti pakaian, tas hitam, dan perlengkapan pribadi lainnya. Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh Tim Emergency Response Palangka Raya bersama Rescue Damkar Dishut ke RSUD dr. Doris Sylvanus untuk menjalani visum.

Berdasarkan keterangan ahli forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar lima jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan penyakit bawaan yang dideritanya,” ungkap dr. Ricka melalui Ipda Muhammad Abrar.

Meski demikian, polisi masih mendalami sejumlah informasi penting. Dari keterangan rekan kerja korban, diketahui bahwa pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan dirinya baru saja mengalami kecelakaan ringan.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi untuk memastikan apakah peristiwa kecelakaan tersebut memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan korban sebelum meninggal.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga. Untuk sementara belum ditemukan unsur tindak pidana, namun proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur,” pungkasnya. fwa