-
Hukrim

Sehari, 2 Kebakaran di Palangka Raya

166
×

Sehari, 2 Kebakaran di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini

Puluhan Rumah Hangus, 127 Jiwa Terdampak

HANGUS-Sebuah rumah panggung berbahan kayu di pinggir Sungai Kahayan dilalap si jago merah.FOTO TABENGAN/ADE KURNIAWAN
-
PEMADAMAN-Petugas Damkar bersama relawan melakukan upaya pemadaman kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Suka Maju II, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Selasa malam.FOTO TABENGAN/ADE KURNIAWAN

 

 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dua musibah kebakaran terjadi pada hari yang sama di Kota Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Pada pukul 15.00 WIB, kebakaran melanda kawasan padat penduduk Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut. Satu unit rumah panggung berbahan kayu di pinggir Sungai Kahayan hangus dilalap si jago merah.

‎‎Beruntung jarak antar-rumah di kawasan tersebut cukup berjauhan, berkisar antara 30 hingga 50 meter, sehingga kebakaran tidak merembet ke bangunan lain.

‎‎“Karena kondisi akses yang sempit dan lokasi berada di tepi sungai, pemadaman dibantu menggunakan mesin pompa air kecil dengan sumber air dari sekitar lokasi,” ungkap Sucipto, Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Palangka Raya.

‎‎Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api yang membakar rumah Ato (55), wiraswasta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

‎Kebakaran hebat berikutnya terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan Suka Maju II, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Selasa (10/3/2026) malam.

Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu serta diperparah oleh tiupan angin kencang.

Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang semakin membesar membuat masyarakat berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga dari dalam rumah masing-masing.

Petugas Damkar bersama relawan pemadam kebakaran dari berbagai pos segera datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Mereka berjibaku memadamkan api agar tidak semakin meluas ke permukiman lainnya.

Salah seorang saksi mata, Syahrul, mengatakan dirinya pertama kali melihat api muncul dari bagian belakang atau dapur salah satu rumah warga. Saat itu api masih terlihat kecil.

“Awalnya saya lihat api dari belakang rumah, seperti dari dapur. Waktu itu apinya kecil saja, tapi karena angin kencang api langsung cepat membesar dan menyebar ke rumah lainnya,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Syahrul mengaku langsung berteriak memberi tahu warga sekitar bahwa telah terjadi kebakaran. Ia juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api dapat segera ditangani.

“Saya langsung panik dan teriak ‘kebakaran, kebakaran’ supaya warga tahu. Setelah itu saya langsung menelpon pemadam kebakaran,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, yang turut berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan yang masuk melalui call center 112.

Menurutnya, setelah menerima laporan, tim Disdamkarmat Kota Palangka Raya segera bergerak menuju lokasi kebakaran dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel.

“Setelah menerima laporan melalui call center 112, kami langsung menurunkan tim ke lokasi. Penanganan juga dibantu oleh relawan, BPBD Kota dan Provinsi, serta Dinas Kehutanan,” jelasnya.

Meski api berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh aktivitas di dapur ataupun kemungkinan korsleting listrik.

“Penyebab pastinya masih belum diketahui. Bisa saja karena kelalaian di dapur atau kemungkinan korsleting listrik, namun hal itu masih perlu dipastikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak kelurahan bersama tim terkait, kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

“Dari hasil pendataan sejak tadi malam, terdapat 25 rumah yang terbakar, ada 11 rumah yang mengalami rusak berat dan 14 rumah rusak ringan,” ungkapnya.

Selain rumah warga, kebakaran juga berdampak pada bangunan barak yang berada di kawasan tersebut.

“Kemudian ada juga 9 barak dengan total 34 pintu yang ikut terdampak. Jadi total keseluruhan ada 34 bangunan yang terdampak,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, puluhan kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal sementara. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 36 kepala keluarga atau sebanyak 127 jiwa yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Saat ini, sebagian warga yang terdampak kebakaran telah diungsikan ke lokasi sementara yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.

“Kami mendirikan posko darurat di Masjid Al-Aqsa yang berada dekat dengan lokasi kebakaran. Di sana saat ini menampung sekitar 20 sampai 30 jiwa,” ucapnya.

Pihak kelurahan bersama instansi terkait juga telah menyalurkan bantuan darurat bagi para korban, berupa matras, terpal, serta kebutuhan dasar lainnya. dte/mak/red

 

-
-
-