-
Ekobis

3 Penumpang Tertipu Beli Tiket Palsu, Gagal Berangkat Pakai Kapal Laut

180
×

3 Penumpang Tertipu Beli Tiket Palsu, Gagal Berangkat Pakai Kapal Laut

Sebarkan artikel ini
TIKET PALSU-Para pemudik yang menggunakan kapal milik DLU Rabu (11/3) (foto tabengan/Maya Selviani)
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Tiga calon penumpang kapal tujuan Surabaya gagal berangkat dari Pelabuhan Sampit setelah tiket yang mereka bawa diketahui tidak valid saat proses check-in, Rabu (11/3/2026).

Ketiga calon penumpang tersebut merupakan bagian dari rombongan berjumlah 10 orang yang sebelumnya berencana berangkat bersama menuju Surabaya. Namun saat pemeriksaan tiket di pelabuhan, hanya tujuh orang yang dapat melanjutkan perjalanan, sementara tiga lainnya tertahan karena tiket yang dimiliki diduga palsu.

Salah satu calon penumpang, Zainal, warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, mengatakan mereka baru mengetahui masalah tersebut ketika hendak melakukan proses check-in.

“Awalnya kami berangkat 10 orang. Tapi yang bisa naik kapal hanya tujuh orang. Tiga orang, termasuk saya, tidak bisa berangkat karena tiketnya ternyata tidak bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Sampit.

Ia menjelaskan, tiket tersebut dibeli sekitar dua minggu sebelumnya dengan harga Rp480 ribu per orang. Namun pembelian tidak dilakukan secara langsung oleh para calon penumpang, melainkan melalui perantara.

Menurut Zainal, dirinya menitipkan pembelian tiket kepada seorang teman. Teman tersebut kemudian kembali memesan tiket melalui pihak lain karena mereka berasal dari desa dan jarak menuju tempat penjualan tiket cukup jauh.

“Saya beli lewat teman, lalu teman saya beli lagi lewat orang lain. Karena kami dari desa dan jauh, jadi kami titip saja,” jelasnya.

Permasalahan baru terungkap ketika mereka hendak melakukan check-in. Petugas pelabuhan menyampaikan bahwa tiket yang dibawa tidak terdaftar atau tidak valid sehingga tidak dapat digunakan untuk naik kapal.

“Pas mau check-in, petugas bilang tiketnya palsu, jadi kami tidak bisa masuk kapal,” katanya.

Ia menambahkan, dalam proses pembelian tiket tersebut mereka diarahkan oleh orang yang menawarkan jasa pengurusan tiket. Pembayaran bahkan dilakukan melalui transfer kepada pihak tersebut.

“Kami diarahkan membeli tiket lewat dia. Uangnya kami transfer, katanya nanti dia yang mengurus tiketnya,” ungkapnya.

Setelah mengetahui tiket tersebut bermasalah, pihak pelabuhan menyarankan agar para penumpang membeli tiket baru apabila tetap ingin berangkat pada hari yang sama.

Zainal mengaku berencana membeli tiket ulang agar tetap dapat melanjutkan perjalanan, meski harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Tadi disarankan beli tiket lagi. Rencananya saya mau beli tiket yang tujuan Semarang saja yang berangkat siang ini,” pungkasnya. may/red

 

-
-
-