SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Syauqie melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk memantau kesiapan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026, Senin (16/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah simpul transportasi utama guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar pelayanan minimal (SPM).
Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Pelabuhan Sampit, Bandara H Asan Sampit, serta Terminal Patih Rumbih.
Syauqie menjelaskan bahwa kedatangan Komisi V DPR RI bertujuan melakukan monitoring langsung terhadap layanan angkutan Lebaran agar seluruh moda transportasi yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi aman dan siap melayani penumpang.
“Kami datang ke Kotim untuk melakukan monitoring angkutan Lebaran dan memastikan pelayanan berjalan sesuai standar pelayanan minimal. Kami juga didampingi oleh KSOP Sampit, Pelindo, Pelni, Dharma Lautan Utama, serta seluruh mitra kerja Komisi V,” ujarnya.
Dalam kunjungan di Pelabuhan Sampit, rombongan juga meninjau langsung kapal penumpang yang akan mengangkut masyarakat menuju sejumlah daerah tujuan. Dari hasil pengecekan tersebut, ia menilai pelayanan yang diberikan sudah berjalan dengan baik.
Menurutnya, dengan jumlah penumpang kapal yang mencapai sekitar 1.400 orang, proses keberangkatan sudah tertata rapi bahkan sebelum waktu keberangkatan. Pihaknya juga sempat melakukan pengecekan langsung ke dalam kapal untuk memastikan kondisi fasilitas serta keamanan penumpang.
Ia menambahkan, fasilitas yang disediakan operator kapal serta pelayanan dari pihak terkait dinilai cukup memadai dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
Meski demikian, Syauqie berharap pelayanan yang sudah berjalan baik tersebut tidak hanya berlangsung saat kunjungan berlangsung, tetapi dapat terus dipertahankan hingga masa arus balik Lebaran nanti.
“Kami berharap pelayanan ini tetap konsisten, baik saat arus mudik maupun arus balik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Selain transportasi laut dan udara, Komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama pemudik di wilayah Kalimantan Tengah. Ia menyebutkan pihaknya turut memantau kondisi jalan dari Palangka Raya menuju Sampit untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat mengganggu perjalanan.
Di sisi lain, Syauqie juga menyoroti persoalan pendangkalan alur Sungai Mentaya yang dinilai berpotensi menghambat aktivitas transportasi air dan perekonomian daerah.
Ia menyebutkan sedimentasi tinggi tidak hanya terjadi di Kotim, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, pengerukan alur sungai tidak dapat sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga diperlukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan normalisasi alur sungai tersebut.
Meski demikian, persoalan tersebut akan dibawa untuk dibahas di tingkat pusat bersama mitra kerja Komisi V DPR RI, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, guna mencari solusi yang tepat.
“Harapannya alur sungai yang mengalami sedimentasi tinggi ini bisa dikeruk sehingga memberikan dampak positif bagi kelancaran transportasi dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah program dari DPR RI direncanakan akan masuk ke wilayah Kotim dalam waktu mendatang, di antaranya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, serta program lain di sektor kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
Syauqie meminta masyarakat bersabar karena berbagai program tersebut masih dalam proses dan akan direalisasikan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Insya Allah ada beberapa program yang akan masuk ke Kotim. Kita tinggal menunggu prosesnya hingga dapat direalisasikan,” pungkasnya. (C-May)











