PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tren pergerakan penumpang pada arus balik Lebaran 2026 di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, menunjukkan peningkatan signifikan secara harian. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Rabu (25/3/2026), jumlah penumpang harian tercatat melonjak hingga 59,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Plt Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengungkapkan bahwa data final dari Posko Monitoring hingga 24 Maret 2024 pukul 18.34 WIB menunjukkan aktivitas bandara yang cukup padat, meski secara kumulatif masih terdapat beberapa catatan evaluasi.
Realisasi trafik harian (Daily Traffic) menunjukkan pertumbuhan positif pada jumlah pesawat dan penumpang. Pergerakan pesawat: tercatat sebanyak 20 pergerakan, naik 66,7% dibandingkan tahun 2025 yang hanya 12 pergerakan.
Jumlah penumpang: mencapai 2.722 orang dalam satu hari, meningkat tajam dari angka 1.705 orang pada tahun sebelumnya. Tingkat keterisian (load factor): sangat tinggi, yakni mencapai 90,2% dari total kapasitas kursi yang tersedia.
“Pemanfaatan slot penerbangan harian kita mencapai 100 persen, yang artinya seluruh jadwal yang tersedia dioptimalkan dengan baik untuk melayani pemudik,” ujar I Made Darmawan kepada Tabengan, Rabu (25/3/2026).
Meskipun trafik harian melonjak, data kumulatif periode 13 Maret hingga 24 Maret 2026 menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu. Total penumpang kumulatif berada di angka 29.436 orang, atau turun 10,8% dari tahun 2025 yang mencapai 32.995 orang.
Terkait ketepatan waktu penerbangan, Bandara Tjilik Riwut mencatatkan tantangan pada aspek On Time Performance (OTP). OTP Harian: Tercatat sebesar 25%, dengan rincian 5 penerbangan tepat waktu dan 15 penerbangan mengalami keterlambatan (delay). OTP Kumulatif: Berada di angka 40,6% dari total 318 pergerakan pesawat selama masa posko.
Di sisi lain, sektor kargo mengalami kontraksi. Realisasi kargo harian turun 13,7% menjadi 32,9 ton. Secara kumulatif, volume logistik mencapai 576,6 ton, menurun 13,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Sementara itu, untuk rute internasional, Bandara Tjilik Riwut melaporkan nihil aktivitas atau 0 pergerakan, baik untuk pesawat, penumpang, maupun kargo.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, pihak maskapai sebelumnya telah merencanakan penerbangan tambahan (extra flight). Dari total 19 rencana penerbangan tambahan yang diajukan selama periode arus balik, sebanyak 14 penerbangan telah terealisasi, atau sekitar 73,7%.
Pihak otoritas bandara terus memantau pergerakan arus balik guna memastikan pelayanan tetap prima meskipun kepadatan penumpang terus meningkat di area terminal. rmp/red











