PEMPROV KALTENG

Bukan Sekadar Fleksibilitas, WFH di Disnakertrans Kalteng Buktikan Bisa Hemat Energi

115
×

Bukan Sekadar Fleksibilitas, WFH di Disnakertrans Kalteng Buktikan Bisa Hemat Energi

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Fleksibilitas, WFH di Disnakertrans Kalteng Buktikan Bisa Hemat Energi
WFH-Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi saat memperlihatkan situasi kantor Disnakertrans Provinsi Kalteng dalam penerapan kebijakan Work From Home (WFH) pada Jumat (17/4/2026).FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) pada Jumat (17/4/2026). Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga fleksibilitas kerja pegawai, tetapi juga sebagai langkah konkret efisiensi energi di lingkungan kantor.

Kepala Disnakertrans Kalteng Farid Wajdi menjelaskan, pelaksanaan WFH ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Kalimantan Tengah.

“Sesuai dengan instruksi Gubernur, Disnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan WFH pada hari Jumat. Ini merupakan pelaksanaan WFH yang kedua, dan pada hari ini ada 21 pegawai yang melaksanakan WFH,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun bekerja dari rumah, para pegawai tetap siaga. “Mereka bekerja dari rumah, namun setiap saat ketika dihubungi siap untuk melaksanakan pekerjaan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di kantor Disnakertrans, penerapan WFH tidak berarti kantor sepenuhnya kosong. Sejumlah pegawai dari beberapa bidang tampak tetap hadir dan bekerja secara terpusat dalam satu ruangan. Langkah ini dilakukan untuk menghemat penggunaan listrik, terutama dari pendingin ruangan (AC), lampu, dan perangkat komputer.

Farid menjelaskan, penggabungan beberapa bidang dalam satu ruangan merupakan strategi efisiensi.

“Dalam rangka WFH, beberapa bidang kita satukan dalam satu ruangan. Tujuannya untuk efisiensi, jadi kalau ada ruangan yang kita tutup berarti AC tidak jalan, komputer tidak jalan, dan lampu tidak menyala,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahkan di ruangan yang digunakan bersama, konsumsi energi tetap ditekan. “Misalnya AC yang biasanya dua unit, kita cukupkan satu saja. Ini bagian dari upaya penghematan,” katanya.

Selain itu, Disnakertrans juga tetap menyediakan layanan publik. Di bagian depan kantor, disiapkan ruang khusus pelayanan bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak.

“Apabila ada urusan-urusan khusus, kita tetap siapkan tempat pelayanan di depan,” ujarnya.

Upaya efisiensi juga diterapkan pada malam hari. Farid menyebutkan bahwa penggunaan listrik untuk penerangan diminimalkan dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah tersedia di lingkungan kantor.

“Lampu di dalam ruangan semuanya dimatikan pada malam hari. Di luar, Alhamdulillah kita punya lima PLTS, tiga di depan dan dua di belakang, itu sudah cukup terang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hanya titik tertentu yang masih menggunakan listrik konvensional. “Di titik yang tidak terjangkau lampu PLTS, kita pasang dua lampu tambahan. Jadi lampu yang kita bayar hanya sekitar dua sampai tiga titik saja,” ungkap Farid.

Dari catatan internal yang terlihat di lokasi, total 21 pegawai yang melaksanakan WFH berasal dari berbagai bidang, yakni: Subbagian Umum dan Kepegawaian 2 orang, Subbagian Keuangan dan Aset 4 orang, Subbagian Perencanaan dan Program 2 orang, Bidang Hubungan Industrial 4 orang, Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (APTK) 5 orang, Bidang Penempatan Tenaga Kerja (PMPT) 3 orang dan Bidang Pengawasan 1 orang. ldw/ded-red