Hukrim

3 Hari Tenggelam di Sungai Katingan, Widi Ditemukan Tewas

69
×

3 Hari Tenggelam di Sungai Katingan, Widi Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini
3 Hari Tenggelam di Sungai Katingan, Widi Ditemukan Tewas
TENGGELAM-Korban Widi usai ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. FOTO HMS BASARNAS PALANGKA RAYA

KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Setelah tiga hari pencarian intensif, korban tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Tri Widianto alias Widi (32), warga Desa Telangkah, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis (16/4/2026) sore saat mandi sambil berenang di Sungai Katingan. Diduga, derasnya arus sungai menyeret korban hingga tenggelam dan tidak sempat diselamatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Markus, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan langsung turun melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Korban sempat tidak muncul ke permukaan saat berenang. Informasi itu kami terima dari masyarakat, kemudian langsung dilakukan pencarian bersama tim gabungan,” ujarnya.

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Tim SAR, TNI, Polri, hingga relawan dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta perahu milik Satpolairud dan Basarnas Pos SAR Sampit.

Pencarian sempat dihentikan sementara pada Jumat (17/4/2026) sore karena kondisi yang tidak memungkinkan, kemudian dilanjutkan kembali pada Sabtu (18/4/2026) pagi.

Hasilnya, sekitar pukul 11.00 WIB, tim menerima laporan warga terkait penemuan sesosok jenazah yang mengapung di aliran sungai di Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, sekitar 20 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Ridwan, mengatakan tim langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas korban sekaligus melakukan evakuasi.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung kami evakuasi dengan hati-hati mengingat arus sungai masih cukup deras,” katanya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Mas Amsyar Kasongan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia menegaskan, operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai,” tutupnya. dar/mak/redfwa