Power Game

Kalteng Kirim 3 Tim ke Kejurnas Padel di Semarang

66
×

Kalteng Kirim 3 Tim ke Kejurnas Padel di Semarang

Sebarkan artikel ini
Kalteng Kirim 3 Tim ke Kejurnas Padel di Semarang
Kalteng Kirim 3 Tim ke Kejurnas Padel di Semarang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID— Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk pertama kalinya ambil bagian dalam ajang kejuaraan nasional padel yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI). Tiga tim atlet diberangkatkan untuk berlaga pada Sirkuit Nasional (Sirnas) yang akan digelar di Semarang, 23–26 April 2026.

Pembina atlet Padel Kalteng, Axcel Arfriando Narang mengatakan, keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga padel di Bumi Tambun Bungai.

“Kita mengirim atlet ke Semarang. Event ini diselenggarakan oleh PBPI pusat sebagai bagian dari agenda kejuaraan nasional untuk seri kedua,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam kejuaraan tersebut, nomor yang dipertandingkan meliputi kelas bronze untuk kelompok umur U-14, U-16, dan U-18, serta kelas open.  Kalteng menurunkan tiga pasangan atlet, yakni kategori U-16 atas nama Axa Benaya Christian Narang dan Dimas Al Farizi Nur Hamzah. Kemudian di kelas open silver, Muhammad Rafly Fadhila berpasangan dengan Akhmad Yani. Sementara di kelas open bronze, Dwiky Ahmad Syadhili berduet dengan Jonathan.

Axcel menjelaskan, belum adanya perwakilan atlet perempuan disebabkan keterbatasan kesiapan.

“Kemarin ada atlet wanita, namun hanya satu dan belum bisa berangkat. Jadi sementara kita kirim atlet putra dulu,” katanya.

Ia menambahkan, pemilihan kelas open didasarkan pada berpartisipasi para atlet yang telah mengikuti berbagai turnamen di sejumlah daerah seperti Banjarmasin, Palangka Raya, hingga Jakarta.

“Untuk level nasional, ini memang pertama kalinya Kalteng berpartisipasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa organisasi PBPI di tingkat daerah masih dalam tahap pembentukan, sehingga pembinaan olahraga padel sementara masih bersifat komunitas.

“PBPI di daerah kita masih proses pembentukan. Jadi saat ini sifatnya masih komunitas, namun kita tetap akomodir agar atlet bisa tampil di agenda nasional,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, keberangkatan atlet didukung oleh pihak sponsor. Axcel pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.

“Kami berterima kasih kepada pihak sponsorship yang telah mendukung. Alhamdulillah, tidak ada kendala dalam pemberangkatan atlet karena fasilitas lapangan padel juga sudah tersedia,” ucapnya.

Meski tergolong olahraga baru di Kalteng, padel menunjukkan perkembangan positif. Axcel berharap keikutsertaan ini dapat mendorong regenerasi atlet di daerah.

“Padel ini sebenarnya sudah lama di Indonesia, tapi di Kalteng baru berkembang. Harapan kita, ke depan akan muncul lebih banyak pemain dan regenerasi bisa berjalan baik,” pungkasnya. jef/ded-red