Ekobis

BI dan  Junalis Se-Kalimantan Perkuat Kapasitas Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah- Ketimpangan Pembangunan Daerah Jadi Tajuk Serius Harus Ditindak Lanjuti

76
×

BI dan  Junalis Se-Kalimantan Perkuat Kapasitas Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah- Ketimpangan Pembangunan Daerah Jadi Tajuk Serius Harus Ditindak Lanjuti

Sebarkan artikel ini
BI dan  Junalis Se-Kalimantan Perkuat Kapasitas Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah- Ketimpangan Pembangunan Daerah Jadi Tajuk Serius Harus Ditindak Lanjuti

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto saat menyerahlan cindramata kepada Prof Gunawan.Foto Tabengan Doddy

MALANG/TABENGAN.CO.ID- Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi terkini, khususnya terkait stabilitas nilai tukar Rupiah.

Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (BI Kalsel), otoritas moneter ini menggelar acara Capacity Building Opinion Maker wilayah Kalimantan dengan tema “Memperkuat Komunikasi, Menjaga Ekspektasi, Membangun Optimisme” di Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pemimpin redaksi, jurnalis, organisasi wartawan, perwakilan BI Kalteng, BI Kalsel, BI Kaltim, BI Kalbar, BI Kaltara hingga akademisi se-Kalimantan tersebut, BI menyoroti peran strategis media dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat kepada masyarakat.

Hadir sebagai pemateri Guru Besar Fakultas Teknik Dept Wilayah Kota Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Gunawan Prayitno yang memaparkan masalah Ketergantungan Tambang Menuju Ekonomi bernilai Tambah dan Hilirisasi Nasib Daerah Penghasil. Dan sebagai pemateri lain Stefanus Pramono jurnalis Senior Tempo

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas jurnalis menjadi kunci untuk menjawab dinamika ekonomi saat ini.

Menurutnya, pemahaman yang mendalam dari para para jurnalis akan membantu masyarakat menyikapi kondisi ekonomi secara bijak. “Perspektif yang sangat dekat saat ini adalah nilai tunak (stabilitas) Rupiah. Kondisi ini harus kita sikapi bersama dengan saling mendukung,” ujar Aloysius Donanto, dalam Closing Remark di Aula Hotel Santika, Malang, Rabu (6/5/2026).

Lebih lanjut, Aloysius menjelaskan bahwa melalui komunikasi yang efektif, diharapkan ekspektasi publik terhadap ekonomi tetap terjaga. “Hal ini penting untuk membangun optimisme di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada pasar domestik,” ucapnya.

Dari kegiatan ini, kata Aloysius Donanto, diharapkan dapat menyamakan persepsi antara pengambil kebijakan dan media massa. Sehingga pesan-pesan mengenai kebijakan bank sentral dapat teramplifikasi dengan baik demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di wilayah Kalimantan.

Dalam sesi tanya jawab, antusias peserta sangat tinggi terutama dalam hal tersiratnya ketimpangan anggaran pembangunan dari pusat ke daerah. dy/ref