-
SOSIAL

DP3APPKB Kotim Edukasikan Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Usia Anak di SRT 55 Sampit

92
×

DP3APPKB Kotim Edukasikan Pencegahan Kekerasan dan Perkawinan Usia Anak di SRT 55 Sampit

Sebarkan artikel ini
EDUKASI-Dinas DP3APPKB Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Bidang PHPKA menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dan pencegahan perkawinan usia anak di Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Sampit, Kamis (21/5/2026).FOTO TABENGAN/MAYA
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak  (PHPKA ) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dan pencegahan perkawinan usia anak di Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Sampit, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Forum Anak Daerah Kotim dengan sasaran 50 orang pelajar SMA di sekolah tersebut sebagai bentuk edukasi kepada para pelajar terkait pentingnya perlindungan anak dan dampak negatif pernikahan dini.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak Kotim Nenny Triana Br.Lumban Gaol mengatakan dalam kegiatan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

“Termasuk cara mengenali tindakan yang berpotensi membahayakan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya sosialisasi juga menyoroti dampak perkawinan usia anak terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan generasi muda. Pemerintah Daerah, menurutnya berharap melalui edukasi sejak dini, anak-anak dapat lebih memahami hak-haknya serta berani melaporkan jika mengalami ataupun menyaksikan tindak kekerasan.

“DP3APPKB Kotim menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan keterlibatan Forum Anak Daerah, diharapkan pesan-pesan edukatif dapat lebih mudah diterima oleh kalangan pelajar,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta dukungan Kotim untuk mencapai predikat Kabupaten layak anak. (C-May)

 

-
-
-