-
Hukrim

Wakapolri Cek Posko Karhutla Polda Kalteng

207
×

Wakapolri Cek Posko Karhutla Polda Kalteng

Sebarkan artikel ini
-

FOTO TABENGAN/DIRMANTIO Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo didampingi Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan mengecek kesiapan sarpras penanganan Karhutla di Posko Induk Polda Kalteng.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo turun langsung mengecek kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Posko Induk Polda Kalimantan Tengah, Jumat (11/9/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi memastikan kesiapan jajaran Polda Kalteng menghadapi ancaman karhutla yang semakin meningkat seiring menguatnya dampak El Nino di wilayah Kalimantan Tengah.

“Terima kasih kepada Kapolda beserta seluruh jajaran. Saya mengecek langsung kesiapan posko induk, personel, hingga sarana prasarananya,” ujarnya.

Wakapolri juga meninjau berbagai peralatan pendukung pemadaman, termasuk cairan khusus yang disiapkan untuk metode injeksi api pada lahan gambut. Menurutnya, karakteristik gambut membutuhkan penanganan berbeda karena api sering membakar hingga ke bawah permukaan tanah.

Ia mengungkapkan kondisi gambut di Kalteng saat ini sudah berada pada tingkat kekeringan yang mengkhawatirkan. Batas aman muka air tanah di lahan gambut seharusnya berada di kisaran 40 sentimeter, namun di sejumlah titik sudah mencapai minus 120 sentimeter.

“Di Kalimantan Tengah ini sudah ada di 120 sentimeter, berarti minus,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator tingginya potensi karhutla, terutama pada puncak musim kemarau Agustus hingga September.

Selain mengecek kesiapan sarpras, Dedi mengatakan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Lemhannas, TNI, Polri, dan Sespimti juga diterjunkan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla.

Ia menegaskan kebakaran dalam skala besar tidak bisa hanya mengandalkan water bombing maupun satgas darat. Penanganan harus dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan alat berat, pembangunan sekat kanal, hingga sumur bor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat Menurutnya, sekat kanal berfungsi menjaga kelembapan gambut dengan menahan air di dalam kanal, sedangkan sumur bor menjadi sumber air cepat saat proses pemadaman di lapangan.

“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Kalau sudah masuk El Nino yang sangat kuat dengan tingkat kekeringan tinggi, penanganannya harus betul-betul ekstraordinari,” tegasnya. fwa/red

-
-
-