PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Razia gabungan digelar mendadak di Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Kamis (17/9/2026) malam. Petugas mengobok-obok 16 kamar warga binaan untuk memburu barang terlarang sekaligus menutup celah masuknya narkoba dan potensi gangguan keamanan di balik jeruji besi.
Operasi dipimpin Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalteng, Suwarto, dengan melibatkan petugas Rutan, Polresta Palangka Raya, serta BNNK Palangka Raya.
Dua blok hunian menjadi sasaran penggeledahan. Selain memeriksa setiap sudut kamar, petugas juga menggeledah badan para warga binaan guna memastikan tidak ada barang yang disembunyikan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalteng, Hensah, turun langsung memantau jalannya razia. Ia menegaskan operasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan sekaligus memutus peluang peredaran narkoba di dalam rutan.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah masuk dan beredarnya narkoba di dalam Rutan. Kami terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam pelaksanaan pengawasan,” tegas Hensah.
Usai penggeledahan, petugas melanjutkan pemeriksaan dengan tes urine terhadap 50 warga binaan dan 50 petugas Rutan. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Meski tidak menemukan narkotika, petugas menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan. Di antaranya kabel terminal yang dipasang tidak sesuai ketentuan, kipas angin dengan sambungan kabel berisiko, serta sendok berbahan besi yang langsung diamankan untuk dimusnahkan.
Razia tersebut menjadi bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba serta praktik penipuan dari balik lapas dan rutan, sekaligus menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara berkala. Temuan yang ada menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan disiplin, keamanan instalasi listrik, serta mencegah adanya barang-barang yang dapat disalahgunakan di dalam Rutan,” pungkas Hensah. fwa











